Search This Blog

22 April 2011

FIRMAN ALLAH : APAKAH MEREKA TERTIPU DENGANKU ? ATAU MEREKA BERANI TERHADAPKU ?


Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda :
 “Di akhir masa akan keluar beberapa orang yang mengambil keduniaan dengan Agama, mereka mengenakan kulit kambing kepada manusia kerana halusnya. Lidah mereka lebih manis dari pada gula, namun hati mereka seperti hati serigala. Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : 
“Apakah mereka tertipu dengan Ku, ataukah mereka berani terhadap-Ku ? Demi Aku, Aku bersumpah, sungguh akan Aku bangkitkan fitnah kepada mereka dari kalangan mereka, yang meninggalkan kebingungan kepada orang yang penyantun dari mereka”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).
Dari Abdullah bin Umar, Nabi saw. bersabda : “Sesung guhnya Allah berfirman : “Sungguh Aku telah menciptakan makhluk, yang mana lidah mereka lebih manis dari pada madu dan hati mereka lebih pahit dari pada pahitan. Demi Aku, Aku bersumpah akan Aku pastikan fitnah bagi mereka yang meninggalkan kebingungan bagi orang yang penyantun di antara mereka. Tertipulah mereka denganKu? ataukah mereka berani terhadapKu ?” (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).
Dari Anas bin Malik ra. bahwasanya Rasulullah saw. membaca ayat : 
“Huwa Ahlut Taqwa wa Ahlul maghfirah”. Beliau bersabda :
 Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : 
“Aku layak untuk tempat bertaqwa, maka janganlah menjadikan Tuhan lain bersamaKu, maka barangsiapa yang menjaga untuk tidak menjadikan Tuhan lain bersamaKu maka Aku layak untuk memberi ampun kepadanya”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

21 April 2011

FIRMAN ALLAH KEPADA RAHIM


Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan makhluq, ketika selesai dari padanya rahim berdiri lalu memegangi ikat pinggang Allah Yang Maha Pemurah. Allah berfirman kepadanya : “Jangan”. Ia menjawab : “Ini adalah tempat orang yang berlindung kepadaMu dari memutuskan”. Allah berfirman : “Tidakkah kamu rela, Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan Aku memutuskan orang yang memutuskanmu?”. Ia berkata “Ya, wahai Tuhanku”. Allah berfirman : “Itulah untukmu”. Abu Hurairah berkata : Bacalah jika kamu mau :
“FAHAL ASAITUM IN TAWALLAITUM AN TUF SIDUU FIL ARDLI WATUQATHTHI-’UU ARHAA MAKUM”
(Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?) (Muhammad : 22). (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abdur Rahman bin Auf ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Allah berfirman : “Akulah Allah, Akulah Yang Maha Pemurah, Aku menciptakan rahim (persaudaraan) dan Aku pecahkan dari namaKu, barangsiapa yang menyambungnya maka Aku menyambung orang itu, dan barangsiapa yang memutuskannya maka Aku putuskan dia”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).
Dari Abdur Rahman bin Auf ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah berfirman : Akulah Yang Maha Pemurah, dan dia adalah rahim (persaudaraan) aku ambilkan namanya dari namaKu. Barangsiapa yang manyambungnya maka Aku menyambungnya, dan barangsiapa yang memutuskannya maka Aku putuskan ia”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).

20 April 2011

DIKUMPULKANNYA HAMBA DAN MEREKA DISERU OLEH TUHAN


Dari Ibnu Unais ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Allah mengumpulkan hamba-hamba, lalu Allah memanggil mereka dengan suara yang didengar oleh orang yang jauh sebagaimana yang didengar oleh orang yang dekat : “Akulah Maha Raja, Akulah yang memberi balasan”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

19 April 2011

DIKUMPULKANNYA MAKHLUQ DENGAN KETAKUTANNYA


Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Sesungguhnya kamu dikumpulkan dengan kaki terbuka, telanjang dan tidak berkhitan. Kemudian beliau membaca : “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya, itulah suatu janji yang pasti Kami tepati”. Orang yang pertama kali diberi pakaian pada hari qiamat adalah Ibrahim as. sesungguhnya beberapa shahabatku dituntut sebagai golongan kiri, maka aku katakan : “Shahabatku, shahabatku, lalu dikatakan : “Sesungguhnya mereka senantiasa berbalik atas tumit mereka sejak kamu berpisah dengan mereka”. Maka aku katakan sebagaimana yang dikatakan oleh hamba yang shalih : “Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada diantara mereka … sampai firman Allah. Sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa Lagi Maha Bijaksana”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

18 April 2011

DIMUDAHKAN BACAAN AL QUR’AN

Dari Ubay bin Ka’ab ra. bahwasanya Rasulullah saw. berada di Bani Ghifar, datanglah Jibril as. berkata : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau untuk membacakan Al Qur’an kepada umatmu atas satu huruf (Qira’at). Beliau bersabda : “Aku memohon kepada Allah akan maaf dan ampunan-Nya, karena sesungguhnya umatku tidak mampu atas yang demikian itu”. Jibril datang yang kedua kalinya dan berkata : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau agar membacakan Al Qur’an kepada umatmu atas dua huruf (Qira’at)”. Beliau bersabda : “Aku mohon kepada Allah akan ma’af dan ampunan-Nya, karena sungguh umatku tidak mampu atas yang demikian itu”. Kemudian Jibril datang pada beliau untuk yang ketiga kalinya, lalu berkata : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memerintahkan engkau untuk membacakan Al Qur’an kepada umatmu atas tiga huruf (Qira’at). Beliau bersabda : “Sesungguhnya umatku tidak mampu atas yang demikian itu”. Kemudian Jibril datang kepada beliau yang keempat kalinya, lalu ia berkata : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memerintahkan engkau untuk membacakan Al Qur’an kepada umatmu atas tujuh huruf (Qira’ah), huruf (Qira’ah) manapun (dari tujuh itu) yang mereka baca maka mereka telah betul”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i.)
KUMPULAN HADITS QUDSI

17 April 2011

DORONGAN UNTUK MENGERJAKAN KEUTAMAAN DAN LARANGAN DARI MELAKUKAN KEHINAAN


Dari Rib’i bin Hirasy bahwasanya Hudzaifah ra. bercerita kepada mereka : “Rasulullah saw. bersabda : Malaikat menemui Ruh seseorang sebelummu, mereka bertanya : “Tahukah kamu, apakah kamu mengamalkan kebaikan barang sedikit ?”. Ia menjawab : “Tidak”. Mereka berkata : “Ingat-ingatlah !”. Ia berkata : “Saya menghutangi manusia, lalu saya menyuruh bujang-bujangku untuk memberi tangguh kepada orang-orang yang sulit dan memaafkan orang yang dalam kemudahan”. Beliau bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Maafkanlah dia !”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Hudzaifah ra., ia berkata : “Allah mendatangi salah seorang hambaNya yang telah diberiNya harta”. Lalu Dia berfirman kepadanya: “Apakah yang kamu kerjakan di dunia ? “. Ia berkata : “Allah tidak menyembunyikan pembicaraan”. Ia menjawab : “Wahai Tuhanku, Engkau memberikan harta Mu kepadaku, lalu saya berjual beli kepada manusia, termasuk peri laku saya adalah memaafkan. Aku memudahkan kepada orang yang kaya dan memberi tangguh kepapa orang yang sedang dalam kesulitan’. Maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Maafkanlah hamba-Ku”. Uqbah bin Amir Al Juhanni dan Abu Mas’ud al Anshari berkata : “Demikianlah saya mendengarnya dari mulut Rasulullah saw”.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Pada hari Qiamat Allah berfirman : “Di manakah orang orang yang senang kepada kebesaran Ku ?”, pada hari ini Aku menaunginya dalam naunganKu, pada hari tidak ada naungan selain naungan Ku”. (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bahwasanya ada seseorang meninjau saudaranva di desa lain. Maka Allah mengintaikan Malaikat di jalannya dengan bertanya : “Mau kemanakah kamu?”. Ia menjawab : “Saya mau (pergi) kepada saudaraku di desa ini’. Malaikat bertanya : “Apakah ada kenikmatan yang kamu peroleh ?”. Ia menjawab : “Tidak hanya saya mencintainya karena Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar”. Malaikat berkata : “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, karena Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karena Allah”.
Dari Mu’adz bin Jabal ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : “Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman : “Pastilah kecintaan Ku bagi orang-orang yang cinta karena Ku, orang-orang yang duduk karena Aku, orang-orang yang berkunjung karena Aku, dan orang-orang yang memberi karena Aku”. (Hadits ditakhrij oleh Malik).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman pada hari Qiyamat : “Wahai anak Adam, Aku sakit namun kamu tidak menjenguk Ku”. Ia berkata : “Wahai Tuhan saya, bagaimana saya menjenguk Mu sedang Engkau adalah Tuhan semesta alam ?”. Dia berfirman : “Tidakkah kamu mengetahui bahwa hambaKu Fulan sakit, namun kamu tidak menjenguknya ?, Tidakkah kamu mengetahui, seandainya kamu menjenguknya niscaya kamu mendapati Aku di sisi nya. Wahai anak Adam Aku minta makan kepadamu namun kamu tidak memberi makan kepadaKu”. Ia berkata : “Wahai Tuhan saya, bagaimanakah saya memberi makan kepadaMu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam ?”. Allah berfirman : “Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya hambaKu si Fulan minta makan kepadamu, tetapi kamu tidaklah memberi makan kepadanya ? Apakah kamu tidak mengetahui bahwasanya seandainya kamu memberi makan kepadanya, niscaya kamu mendapatkannya di sisi Ku ? Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kamu tidak memberi minum kepada Ku”. Ia berkata : “Bagaimanakah saya memberi minum kepada Mu sedang kamu adalah Tuhan alam semesta ?”. Allah berfirman : “Hamba Ku si Fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum, niscaya kamu mendapatinya di sisi Ku”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Dzar ra. dari Nabi saw. dalam hal yang diriwayatkan dari Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bahwasanya Dia berfirman: “Wahai hamba Ku, sesung guhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diriKu dan zhalim itu Aku haramkan di antara kalian, maka janganlah kalian zhalim menzhalimi. Wahai hambaKu, masing-masing dari kamu itu sesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk kepadamu. Wahai hambaKu, masing-masing dari kamu itu lapar kecuali orang yang Aku beri makan, mintalah makan kepadaKu, maka Aku memberi makan kepadamu. Wahai hambaKu, masing-masing dari kamu itu telanjang, kecuali orang yang Aku beri pakaian, mintalah pakaian kepadaKu maka Aku memberi pakaian. Wahai hambaKu, sesung­guhnya kamu bersalah siang dan malam, sedang Aku mengampuni seluruh dosa, mintalah ampun kepadaKu, maka Aku mengampunimu. Wahai hambaKu, sesung­guhnya kamu tidak akan terhindar dari kemadharatan Ku, maka berlindunglah dari kemadharatan Ku dan kamu tidak akan memperoleh kemanfa’atan-Ku maka mohonlah kemanfaatan kepadaKu. Wahai hambaKu seandainya or ang yang pertama dan terakhir dari kamu, jin dan manusia dari kalanganmu itu berada pada hati seseorang yang paling taqwa dari padamu, hal itu tidak menambah kerajaanKu sedikit juapun. Wahai hambaKu, seandainya orang yang awal dan terkemudian dari padamu, manusia dan jin itu ada pada orang yang paling jahat dari padamu niscaya tidaklah berkurang dari kerajaanKu barang sedikit juapun. Wahai hambaKu, seandainya orang yang pertama dan terkemudian, manusia dan jin di kalanganmu berdiri di satu bukit lalu minta kepadaKu, dan Aku beri setiap or ang akan permintaannya, maka hal itu tidak mengurangi apa yang ada di sisi Ku melainkan seperti berkurangnya air laut apabila dimasukkan jarum kepadanya. Wahai hambaKu, itu amal-amalmu, Aku hitung semuanya untukmu, kemudian Aku sempurnakan bagimu. Barangsiap yang mendapatkan kebaikan maka pujilah Allah, dan barangsiapa yang mendapati selain itu maka janganlah mencela selain dirinya”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Dzar ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda Allah Ta’ala berfirman : “Wahai hambaKu, masing-masing dari kamu itu sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, mintalah petunjuk maka Aku akan memberimu petunjuk. Masing-masing dari kamu itu fakir kecuali orang yang Aku beri kekayaan, mintalah kepadaKu maka Aku akan memberimu. Masing-masing dari kamu berdosa kecuali orang yang Aku ampuni. Barangsiapa di antaramu yang mengetahui bahwa Aku mempunyai kekuasaan untuk mengampuni, lalu ia minta ampun kepadaKu, maka Aku mengampuninya dan Aku tidak mengindahkan (kesalahan itu). Seandainya orang yang pertama dan terkemudian dari padamu, yang hidup dan mati dari padamu, basah dan keringmu itu terkumpul pada hati orang yang paling taqwa dari hamba Ku, maka hal itu tidak menambah kerajaan Ku sesayap nyamuk. Dan seandainya orang yang pertama dan terakhir dari padamu, yang hidup dan mati dari padamu, basah dan keringmu berkumpul pada satu padang lalu setiap orang dari padamu minta apa yang diangan angankannya, dan Aku memberi setiap orang yang minta itu akan permintaanya maka hal itu tidak mengurangi kerajaan Ku, kecuali seperti seandainya salah seorang di antaramu melewati lautan lalu memasukkan jarum di dalamnya, kemudian jarum itu di tariknya. Demikian itu karena Aku Maha Pemurah dan Dermawan, Aku berbuat apa yang Aku kehendaki, pemberianKu adalah satu perkataan, dan siksaan Ku adalah satu perkataan, karena urusanKu adalah apabila Aku menghendaki sesuatu maka Aku ucapkan : “Jadilah, maka sesuatu itupun menjadi ada”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Isa At Tirmidzi).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah saw. bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Sombong itu selendang Ku dan kebesaran itu sarung Ku, barangsiapa yang melawan Ku dalam salah satunya maka ia Aku lemparkan ke dalam neraka”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).

16 April 2011

BERDIRINYA HAMBA DI HADAPAN TUHAN PADA HARI QIAMAT DAN PARA NABI DITANYA TENTANG TABLIGH


Dari Adi bin Hatim ra., ia berkata : Dulu saya disisi Rasulullah saw kemudian datanglah dua orang laki-laki : Salah satunya mengadukan kemiskinan dan yang lain mengadukan penyamun. Maka Rasulullah saw bersabda : “Adapun penyamun, sesungguhnya datang kepadamu hanya sedikit, sehingga keluarlah kafilah ke Makkah tanpa penjaga. Dan kemiskinan, maka sesungguhnya Qiyamat itu tidak terjadi sehingga seseorang diantaramu mengedarkan sedekahnya, ia tidak mendapati orang yang mau menerima sedekahnya itu. Kemudian sungguh seseorang diantaramu berdiri dihadapan Allah, yang diantaranya dan diantara Tuhan tidak ada tabir dan tidak ada penterjemah yang menterjemahkannya. Kemudian sungguh Dia berfirman kepadanya : “Tidakkah aku memberikan harta kepadamu ?” Maka sungguh ia menjawab : “Ya”. Lalu sungguh Tuhan berfirman lagi : “Tidakkah diutus kepadamu seorang Rasul ?” Maka sungguh dia menjawab : “Ya”. Kemudian dia melihat ke kekanannya, maka dia tidak melihatnya kecuali api. Lalu ia melihat ke kirinya, maka dia tidak melihatnya kecuali api, maka hendaklah seseorang diantaramu takut kepada neraka walaupun dengan separuh kurma, dan jika dia tidak mendapati, maka dengan kata kata yang baik”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Shafwan bin Muhriz, ia berkata : “Ketika Ibnu Umar sedang thawaf, tiba-tiba datanglah seorang lelaki, lalu berkata : “Wahai ayah Abdur Rahman, atau ia berkata “Wahai Ibnu Umar, apakah engkau mendengar Nabi saw tentang percakapan ?”. Maka Ibnu Umar menjawab : “Saya mendengar Nabi saw bersabda : “Orang mu’min dekat dari TuhanNya – Dan Hisyam berkata : orang mu’min dekat yakni dari Tuhannya, sehingga Dia meletakkan lambung Nya atasnya, lalu ia mengakui dosa-dosanya : “(Tuhan berfirman) : Mengakui”. Ia berkata : “Tuhan, saya mengakuinya”, dua kali. Tuhan berfirman : “Aku menutupi dosa-dosa itu di dunia, dan hari ini Aku mengampuninya”, Kemudian dilipat lembaran (catatan) kebaikan-kebaikannya, adapun orang-orang lain – atau orang-orang kafir, mereka itu dipanggil diatas para saksi yaitu:
‘HA-ULA-ILLADZIINA KADZABUU ‘ALLA RABBI HIMALAA LA’NATULLAAHI ‘ALAZHZHAALIMIIN”
(Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka. Ingatlah la’nat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim). (Hud : 18). (Hadits ditakharij oleh Bukhari).