Search This Blog

31 March 2011

TABLIGH


Dari ‘Adi bin Hatim ra., ia berkata : “Ketika saya ada disisi Nabi saw. tiba-tiba datanglah seorang laki-laki kepada beliau, dia mengadukan kepada beliau tentang kemiskinan, kemudian datanglah kepada beliau orang lain yang mengadukan kepada beliau tentang penyamun. Lalu Rasulullah saw, bersabda : “Wahai Adi, apakah kamu melihat Hirah ?” Saya menjawab : “Belum melihatnya, saya telah diberi tahu tentang Hirah itu”. Rasulullah saw. bersabda : “Jika kamu hidup lama (panjang umur) niscaya kamu akan melihat sekedup berangkat dari Hirah sehingga thawaf di Ka’bah, sekedup itu tidak takut pada seseorang kecuali kepada Allah”. Saya berkata tentang sesuatu antara saya dan diri saya (berguman) : “Dimanakah penyamun yang membuat keonaran di suatu negara ?” (Nabi saw. bersabda) : “Jika kamu hidup lama (panjang umur), kamu akan menaklukkan perbendaharaan Kisra”. Saya bertanya : “Kisra bin Hurmuz ?” Nabi saw. bersabda : “Kisra’ bin Hurmuz, dan jika kamu hidup lama (panjang umur), niscaya kamu akan melihat seorang laki-laki mengeluarkan emas atau perak sepenuh telapak tangannya, mencari or­ang yang mau menerimanya namun ia tidak mendapat seorangpun yang mau menerimanya. Dan seseorang diantaramu akan bertemu Allah pada hari pertemuan itu, yang antara dia dengan Tuhan tidak ada penterjemah yang menterjemahkan. Maka sungguh Dia (Tuhan) berfirman kepadanya: “Tidakkah aku mengutus kepadamu seorang Rasul yang menyampaikan kepadamu (kerisalahan) ?” Ia menjawab : “Ya”. Lalu ia melihat sebelah kanannya, ia tidak melihat kecuali Jahannam dan melihat kesebelah kirinya, ia tidak melihat kecuali Jahannam. ‘Adi berkata : “Saya mendengar Nabi saw. bersabda : “Jagalah dari neraka walaupun dengan separoh kurma, jika kamu tidak mendapati separoh kurma maka dengan kata-kata yang baik. ‘Adi ra. berkata : Lalu saya melihat sekedup yang berangkat dari Hirah sehingga thawaf di Ka’bah sekedup itu tidak takut kecuali kepada Allah. Dan saya termasuk orang-orang yang menaklukkan perbendaharaan Kisra bin Hurmuz dan sungguh jika kalian hidup lama (panjang umur), niscaya kalian akan menyaksikan apa yang telah disabdakan oleh Nabi, ayah Qasim saw. yaitu : “Orang mengeluarkan sepenuh telapak tangannya”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Orang-orang bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami dihari Qiamat?”. Beliau bersabda : “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat matahari di siang hari yang tidak berawan ?” Mereka menjawab : “Tidak” Rasulullah saw. bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku ditanganNya, tidaklah kamu saling memadharatkan dalam melihat Tuhanmu, kecuali sebagaimana kamu saling memadharatkan dalam melihat salah satu dari keduanya (matahari atau bulan purnama)”. Beliau bersabda : “Maka Tuhan menemui hamba”. Lalu Tuhan berfirman : “Wahai Fulan, tidakkah aku memuliakanmu ?, tidakkah Aku menjadikanmu sebagai tuan ? tidakkah Aku menjodohkanmu ?, tidakkah Aku menundukkan bagimu kuda dan unta ? Aku biarkan kamu sebagai pemimpin dan mendapat seperempat (rampasan)”. Maka ia menjawab : “Ya” Rasulullah saw bersabda : “Maka Tuhan berfirman : “Apakah kamu menduga bahwa kamu akan bertemu Aku ?” Dia menjawab : “Tidak”. Lalu Tuhan berfirman : “Sesungguhnya Aku melupakanmu, sebagaimana kamu melupakan Ku”. Kemudian Tuhan menemui orang yang kedua, lalu Dia berfirman : “Wahai Pulan, tidakkah Aku memuliakanmu ?, tidakkah Aku menjadikanmu sebagai tuan ?, tidakkah aku menjodohkanmu ?, tidakkah aku menundukkan kuda dan unta ? Dan Aku biarkan kamu sebagai pemimpin dan mendapat seperempat (rampasan) ?”. Maka Dia menjawab : “Ya, wahai Tuhan”. Lalu Tuhan berfirman : “Apakah kamu menduga bahwa kamu akan bertemu dengan Ku ?”. Dia menjawab : “Tidak”. Maka Tuhan berfirman: “Maka sesungguhnya Aku melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanKu”. Kemudian Tuhan bertemu dengan orang yang ketiga, maka Tuhan berfirman kepadanya seperti itu juga. Lalu dia menjawab : “Wahai Tuhan, saya beriman kepada Mu, kepada Kitab Mu dan kepada Rasul-rasul Mu, saya shalat, berpuasa dan bersedekah”, dan la memuji dengan kebaikan yang di bawah kemampuannya. Maka Tuhan berfirman: “Jika demikian, disini”. Rasulullah saw. bersabda : “Kemudian dikatakan kepadanya : “Sekarang Kami bangkitkan saksi-saksi Kami atasku”. Dia berfikir dalam hatinya : “Siapakah orang yang menjadi saksi atasku ?” Lalu mulutnya dikunci,dan dikatakan pada pahanya, daging dan tulangnya : “Berkatalah !”, maka paha, daging dan tulangnya mengatakan amalnya. Yang demikian itu agar dapat membuat alasan bagi dirinya, itulah orang munafik dan itulah orang yang dimurkai Allah”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Anas bin Malik ra., la berkata : “Kami ada di sisi Rasulullah saw beliau tertawa, lalu bersabda : “Tahukah kalian sebab apakah aku tertawa ?”. Kami menjawab : “Al­lah dan Rasul Nya lebih tahu”. Rasulullah saw. bersabda : “Termasuk percakapan hamba pada Tuhan Nya Yang Maha Mulia lagi Maha Besar berkata : “Wahai Tuhan, tidakkah Engkau menyelamatkan aku dari kezhaliman ?” Rasulullah saw. bersabda : “Tuhan bertirman : “Ya” Rasulullah saw. bersabda : “Ia berkata : “Sesungguhnya saya tidak melewatkan diriku, kecuali ada saksi dariku”. Rasulullah saw. bersabda : “Maka Tuhan berfirman : “Cukuplah dirimu sebagai saksi pada hari ini, juga malaikat Kiraman Katibin sebagai saksi”. Rasulullah saw. bersabda : “Kemudian mulutnya dikunci, dan dikatakan kepada anggota-anggota badannya : “Berkatalah”. Rasulullah saw. bersabda : “Maka anggota-anggota badannya mengatakan amalnya”. Rasulullah saw. bersabda : Kemudian antara dia dengan perkataan itu diputuskan. Rasulullah saw bersabda : “Or­ang itu berkata : “Jauhlah dan binasalah kamu, untukmulah saya membela”. (Hadits ditakhrij oleh Turmidzi).
Dan Abu Hurairah dan Abu Said ra. berkata : Rasulullah saw bersabda : “Pada hari Qiamat hamba didatangkan, kemudian Allah berfirman kepadanya : “Tidakkah Aku jadikan bagimu pendengaran dan penglihatan, harta dan anak-anak, Aku tundukkan bagimu binatang ternak dan tumbuh-tumbuhan, dan Aku membiarkan kamu menjadi pemimpin dan mendapat seperempat (rampasan) ? Tidakkah kamu menyangka bahwa kamu akan ketemu dengan Ku pada hari ini ?” Rasulullah saw. bersabda : “Lalu ia menjawab : “Ya”. Maka Tuhan berfirman kepadanya: “Pada hari ini Aku melupakanmu, sebagaimana kamu melupakan Ku”.
Dan Anas ra. dari Nabi saw. bersabda : “Pada hari Qiamat anak Adam dibawa, seolah-olah dia anak kambing lalu dihadapkan Allah. Kemudian Allah berfirman kepadanya : “Aku telah memberimu, menganugerahkan kepadamu dan Aku telah memberikan ni’mat atasmu, apakah yang telah kamu kerjakan ?”. Lalu ia menjawab : “Wahai Tuhan, saya telah mengumpulkan dan membuahkannya, kemudian sebagian besarnya telah saya tinggalkan, maka kembalikanlah saya, lalu saya kembalikan lagi kepada Mu”. Apabila seorang hamba tidak mengamalkan kebaikan, maka ia diteruskan ke neraka”. (HR. Turmudzi).
HIMPUNAN
HADIST QUDSI
Penyusun: Achmad Sunarto
Penata Letak: Tim Setia Kawan
Disain sampul: Setia Kawan Grafis
Cetakan: I-2000
Penerbit: Setia Kawan
www.pakdenono.com
komentarku: hadist2 ini belum tentu sahih.., lagi pula tidak disebutkan derajat hadisnya..

30 March 2011

TURUNNYA SURAT AL KAUTSAR


Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : Pada suatu hari di hadapan kami (ia maksudkan Nabi Muhammad saw.) ketika beliau tidur sejenak kemudian beliau mengangkat kepala serava tersenyum, lalu kami berkata kepada beliau : “Apakah yang menjadikan engkau tertawa wahai Rasulullah ?” Beliau bersabda : “Tadi telah turun kepadaku sebuah surat yaitu : “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka shalatlah karena Tuhanmu dan sembelihlah binatang korban. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah orang-orang yang terputus”. Kemudian Beliau bersabda : “Tahukah kamu, apakah Kautsar (ni’mat yang banyak) itu ?”. Kami menjawab : “Allah dan Rasulnya lebih mengetahui”. Beliau bersabda : “Kautsar adalah sungai dan bengawan Tuhanku di syurga. Tempatnya (tempat minumnya) lebih banyak dari pada jumlah bintang. Bengawan itu didatangi umatku, lalu di antara mereka ada yang ditarik, maka aku berkata : “Wahai Tuhanku, sesungguhnya dia adalah umatku”. Dia berfirman : “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang terjadi sesudahmu”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).

29 March 2011

TIGA ORANG YANG DICINTAI OLEH ALLAH AZZA WA JALLA


Dari Abu Dzar ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : Tiga orang yang dicintai oleh Allah Maha Mulia dan Maha Besar, yaitu : Seseorang yang mendatangi suatu kaum, ia minta kepada mereka dengan nama Allah, dan ia tidak minta kerana kekerabatan antara dia dan mereka, namun mereka mencegahnya, lalu ada seseorang yang mengiringinya; dia memberinya secara rahasia, yang hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Besar dan orang yang diberinya. Dan suatu kaum vang berjalan di malam hari sehingga ketika ia lebih senang tidur dari pada apa yang sedang mereka jalankan, mereka singgah dan meletakkan kepala mereka, lalu di antara mereka ada seorang yang bangun untuk merendahkan diri kepada-Ku dan membaca ayat-ayatKu. Dan seseorang yang berada di dalam pasukan, mereka bertemu musuh lalu mereka berbalik ke belakang namun ia maju lagi sehingga ia terbunuh atau mendapat kemenangan”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).

28 March 2011

TAKUT DAN KHAWATIR TERHADAP ALLAH TERMASUK SEBAB DIAMPUNINYA DOSA


Dari Rib’i bin Hirasy berkata : “Uqbah bin ‘Amr berkata kepada Hudzaifah : “Tidakkah kamu bercerita kepada kami sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah saw. ?” Ia menjawab : “Sesungguhnya sava mendengar beliau bersabda : “Sesungguhnya apabila Dajjal keluar, maka ia membawa air dan api”. Adapun sesuatu yang dipandang oleh manusia bahwa sesuatu itu api maka sesungguhnya sesuatu itu air dingin, dan sesuatu vang dipandang oleh manusia bahwa sesuatu itu air maka sesungguhnva sesuatu itu api yang membakar. Barangsiapa di antaramu yang menjumpai, maka hendaklah ia menempatkan diri pada rang dipandang bahwa sesuatu itu api, karena sesungguhnya dia adalah air dingin (sejuk)”. Hudzaifah berkata . “Saya mendengar beliau bersabda: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki sebelum kamu didatangi oleh malaikat untuk mencabut ruhnya, lalu ditanyakan kepadanya : “Apakah kamu mengetahui kebaikanmu?”. Ia menjawab : “Saya tidak tahu”. Dikatakan kepadanya : “Lihatlah”. Ia berkata : “Saya tidak tahu sesuatu, hanya saja pernah berbai’at kepada manusia di dunia, dan aku membalas mereka lalu saya memberi tangguh kepada orang kaya dan membebaskan kepada orang yang kesulitan. “Lalu Allah memasukkannya ke sorga”. Ia berkata : “Saya mendengar beliau bersabda : “Sesungguhnya seorang laki­laki hampir meninggal. Ketika ia putus asa terhadap hidupnya, ia berpesan kepada keluarganya : “Apabila saya mati, maka kumpulkanlah kayu bakar yang banyak dan nyalakanlah api padanya, sehingga apabila api itu telah membakar daging dan tulangku, maka ambillah dan tumbuklah. Kemudian carilah hari yang berangin keras dan taburkanlah ke sungai”. Maka mereka melaksanakannya, lalu Allah menghimpunnya dan bertanya kepadanya: “Kenapakah kamu perbuat itu semua ?” Ia menjawab : “Karena takut kepadaMu” maka Allah mengampuninya. Uqbah bin Amr berkata : “Saya mendengar beliau menyabdakan hal itu dan orang tersebut tukang gali”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari ‘Uqbah bin Abdul Ghafir dari Abu Sa’id Al Khudri ra. dari Nabi saw. bahwasanya seorang yang sebelummu diberi kenikmatan harta oleh Allah. Ketika ia akan meninggal ia berkata kepada anak-anaknya : “Aku ini ayah macam apa bagimu ?”. Mereka menjawab : “Ayah yang terbaik”. Ia berkata : “Sesungguhnya saya tidak pernah berbuat baik, apabila aku meninggal maka bakarlah sava, kemudian hancur luluhkan dan taburkanlah pada hari yang berangin kencang”. Maka mereka melakukannya. Lalu Allah Azza wa jalla menghimpunnya dan berfirman : “Apakah yang membebani kamu ?” Ia menjawab : “Takut kepadaMu”. Maka Allah memberikan rahmatNya”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Rib’i bin Hirasy berkata : “Uqbah bin Amr A1 Anshari berkata kepada Hudzaifah : “Tidakkah kamu bercerita kepada kami akan sesuatu yang kamu dengar dari Nabi saw. ?” Ia menjawab : “Saya mendengar beliau bersabda : “Sesungguhnya seseorang yang hampir mati, ketika ia putus asa dari hidup ia berpesan kepada keluarganya : “Apabila saya mati maka kumpulkanlah kayu yang banyak untukku. Kemudian nyalakan api, sehingga apabila api itu telah memakanku (membakarku) dan terus sampai ke tulangku maka ambillah dan tumbuklah dan tebarkanlah di dalam sungai pada hari yang panas atau hari yang berangin. Lalu Allah menghimpunnya dan berfirman : “Kenapakah kamu memperlakukan ini ?” Ia menjawab : “Karena takut kepadaMu”. Maka Dia mengampuninya”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Ada seseorang yang keterlaluan terhadap dirinya. Ketika menjelang mati ia berkata kepada anak-anaknya : “Jika saya mati bakarlah saya, remukkanlah saya kemudian taburkanlah saya di angin. Demi Allah jika Tuhanku mampu terhadapku niscaya Dia menyiksaku dengan siksaan yang tidak ditimpakan kepada orang lain”. Ketika ia meninggal, hal itu dilaksanakan terhadapnya. Tiba-tiba ia dapat berdiri (setelah dihidupkan lagi) lalu Allah berfirman : “Apakah yang mendorongmu untuk berbuat demikian itu ?” Ia menjawab : “Wahai Tuhanku, yang mendorong adalah ketakutanku kepadaMu”. Lalu Allah mengampuninya”. Selain Abu Hurairah berkata : “Takut kepadaMu wahai Tuhan-ku” (Hadits di takhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Seorang laki-laki yang tidak pernah berbuat kebaikan berkata : “Apabila ia meninggal maka bakarlah ia dan tebarkanlah separohnya di lautan, maka demi Allah jika Allah mampu atasnya niscaya Dia menyiksanya yang tidak pernah ditimpakan kepada seseorangpun di dunia. Maka Allah memerintahkan kepada lautan lalu mengumpulkan apa yang ada didalamnya, dan memerintahkan daratan lalu mengumpulkannya. Kemudian Allah berfirman : “Kenapakah kamu berbuat (demikian) ?”. Ia menjawab : “Karena takut kepadaMu sedang Kamu lebih mengetahui” maka Dia mengampuninya”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Said ra. dari Nabi saw. bahwasanya belaiu menuturkan seorang laki-laki yang telah lampau atau or­ang yang sebelummu mengatakan suatu perkataan yakni ia diberi anak dan harta benda oleh Allah. Ketika-mati hampir tiba, ia berkata kepada anak-anaknya : “Ayah macam apa saya ini bagimu ?”. Mereka menjawab : “Sebaik­baik ayah”. Ia-berkata : “Sesungguhnya ia tidak menyimpan atau menanam kebaikan di sisi Allah. Jika Kuasa atasnya niscaya Dia menyiksanya. Maka perhatikanlah.
Jika saya mati maka bakarlah saya, sehingga bila saya telah menjadi arang (abu) lumatkanlah saya, atau ia berkata : “Hancurkanlah saya. Jika ada hari yang berangin ribut, taburkanlah saya- padanya”. Nabi saw. bersabda : “Ia mengambil perjanjian mereka atas yang demikian itu. Demi Tuhanku, mereka melaksanakannya kemudian menaburkan pada hari yang berangin ribut”.
Allah Azza wa Jalla berfirman : “Jadilah” tiba-tiba ia menjadi seorang yang berdiri, lalu Allah berfirman : “Hai hambaKu apakah yang mendorongmu untuk melakukan apa vang telah kamu lakukan itu ?”. Ia menjawab : Takut kepadaMu atau untuk berpisah dari padaMu”. Beliau bersabda : “Ketika Tuhan bertemu dengannya, Dia memberikan rahmat”. Beliau bersabda pada lain kali : “Dia tidak menjumpainya selain dengan rahmat”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Seorang laki-laki berlebih-lebihan terhadap dirinya. Ketika hampir meninggal, ia pesan kepada anak-anaknya, dengan berkata : “Jika saya mati maka bakarlah saya kemudian lumatkanlah. Kemudian taburkanlah saya di lautan. Demi Allah jika Tuhan mampu atasKu niscaya Dia menyiksaku dengan siksaan yang belum pernah ditimpakan pada seseorangpun”. Mereka mengerjakannya. Allah berfirman kepada bumi : “Tunaikanlah apa yang kamu ambil”. Tiba­tiba ia berdiri (hidup lagi = pen). Allah berfirman kepadanya : “Apakah yang mendorongmu berbuat (berpesan) seperti itu ?” Ia menjawab : “Takut kepadaMu wahai Tuhanku” atau “ketakutan kepadaMu”. Maka Allah mengampuninya karena (alasan) itu. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Seseorang berlebih-lebihan terhadap dirinya, sampai ketika mati hampir datang kepadanya, ia berkata kepada keluarganya : “Apabila saya telah mati maka bakarlah saya kemudian taburkanlah saya di angin di lautan. Demi Allah jika Allah kuasa atas saya niscaya Dia menyiksa saya dengan siksaan yang belum pernah untuk menyiksa makhlukNya seorangpun”. Beliau bersabda : “Maka keluarganya melaksanakannya. Allah Azza wa Jalla berfirman kepada segala sesuatu yang telah memungutnya barang sedikit : “Tunaikanlah apa yang telah kamu pungut”. Tiba-tiba dia berdiri (hidup lagi = Pen). Allah Azza wa Jalla berfirman : “Apakah yang mendorong berbuat (berpesan) itu ?” Ia menjawab : “Takut kepadaMu”. Maka Allah mengampuni-Nya. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw, beliau bersabda : “Ketika kematiannya hampir tiba ia berpesan kepada anak­anaknya dengan berkata : “Jika saya telah mati maka bakarlah saya kemudian lumatkanlah saya dan tebarkanlah saya di angin di lautan. Demi Allah jika Tuhanku mampu atasku niscaya Dia menyiksa saya dengan siksaan yang tidak pernah untuk menyiksa seseorangpun”. Beliau bersabda : “Mereka melaksanakannya, Allah berfirman kepada bumi : “Tunaikanlah apa yang telah kamu pungut”. Tiba-tiba ia berdiri, Allah berfirman kepadanya : “Apakah yang mendorongmu untuk melakukan hal itu ?”. Ia menjawab. “Takut kepadaMu atau khawatir kepadaMu wahai Tuhanku”. Maka Allah mengampuninya. (Haditsd ditakhrij oleh Ibnu Majah).

27 March 2011

SEBAGIAN PENGHUNI SYURGA MOHON IZIN UNTUK BERCOCOK TANAM


Dan Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. : “Pada suatu hari Nabi saw bercerita dan disampingnya ada seorang lelaki dari penduduk kampung, bahwasanya seorang lelaki dari penghuni syurga, minta izin kepada Tuhannya untuk bercocok tanam. Tuhan berfirman : “Tidakkah kamu mendapati apa yang kamu inginkan ?” Ia menjawab : “Ya, akan tetapi saya senang bercocok tanam,” maka dia bersegera dan menyemai dan sangat cepat tumbuhnya ujung, tegak dan panennya tumbuh-tumbuhan itu, dan digulungnya seperti gunung. Lalu Allah Yang Maha Tinggi berfirman : “Ambillah wahai anak Adam, sesungguhnya kamu tidak dikenyangkan oleh sesuatu”. Maka berkatalah orang dusun itu : “Wahai Rasulullah, engkau tidak mendapati orang ini kecuali orang-orang Quraisy atau or­ang-orang Anshar. Sesungguhnya mereka itu pemilik tanaman. Adapun kami bukanlah pemilik tanaman”. Maka Rasulullah saw. tertawa. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

26 March 2011

SESUATU YANG MELINGKARI SORGA DAN NERAKA DAN MAKANAN PENGHUNI NERAKA


Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw, beliau bersabda : “Ketika Allah menciptakan syurga dan neraka, Allah mengutus Jibril ke syurga, kemudian Dia berfirman : “Lihatlah kepadanya dan kepada apa yang telah Aku sediakan bagi penghuninya di dalamnya”. Rasulullah saw. bersabda : Maka Jibril datang dan melihatnya dan kepada apa yang telah disediakan Allah untuk penghuninya. Rasulullah saw. bersabda : Kemudian Jibril kembali kepadaNya. Jibril berkata : “Demi KemuliaanMu, tidak ada seorangpun yang mendengar syurga kecuali ia memasukinya”. Lalu Dia memerintahkan syurga, lalu syurga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menvenangkan. Kemudian Dia berfirman : “Kembali kamu ke syurga, tiba-­tiba  syurga telah dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kemudian Dia berfirman : “Kembali kamu ke syurga, tiba-tiba syurga telah dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Lalu Jibril kembali kepadaNya, dan berkata : “Demi kemuliaan Mu, sungguh aku takut, tidak ada seorangpun vang memasukinya”. Dia berfirman : “Pergilah kamu keneraka dan lihatlah kepadanya, dan kepada apa yang telah Aku sediakan untuk penghuninya”, maka tiba-tiba neraka itu naik sebahagiannya pada sebahagian yang lain. Lalu Jibril kembali padaNya dan berkata : “Demi kemuliaanMu, seseorang tidak mendengar neraka, maka ia memasukinya”. Lalu Tuhan memerintahkannya, kemudian neraka telah dikelilingi dengan hal-hal yang menyenangkan. Tuhan berfirman : “Kembalilah kepadanya”, maka Jibril kembali ke neraka. Lalu Jibril berkata : “Sungguh saya khawatir seseorang tidak selamat dari padanya kecuali ia akan memasukinva”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Ketika Allah menciptakan syurga, Allah berfirman kepada Jibril : “Pergilah dan lihatlah ia !”, maka Jibril pergi dan melihatnya, kemudian dia datang lalu berkata : “Wahai Tuhan, demi kemuliaan Mu, seseorang tidak mendengarnya kecuali dia memasukinya”. Lalu Dia mengelilingi syurga dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kemudian Tuhan berfirman : “Wahai Jibril, pergilah kau lihatlah ia”. Maka Jibril pergi dan melihatnya, kemudian Jibril datang dan berkata : “Wahai Tuhan, demi Kemuliaan Mu, sungguh saya khawatir seseorang tidak masuk kepadanya”. Rasulullah saw. bersabda : “Ketika Allah menciptakan neraka, Allah berfirman : “Wahai Jibril, pergilah dan lihatlah ia !”, maka Jibril pergi dan melihat kepadanya, kemudian Jibril datang dan berkata : “Demi kemuliaan Mu, tidaklah seseorang mendengarnya lalu dia memasukinya”, lalu Allah mengelilinginya dengan hal-hal yang menyenangkan. Kemudian Tuhan berfirman : “Wahai Jibril, pergilah dan lihatlah ia !”, maka jibril pergi dan melihatnya dan berkata : “Wahai Tuhan, demi kemuliaan Mu sungguh saya khawatir, seseorangpun tidak selamat kecuali ia akan memasukinya”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).

25 March 2011

SYURGA ITU DIHARAMKAN ATAS ORANG-ORANG KAFIR DAN KERABAT TIDAK BERGUNA BAGI MEREKA


Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Ibrahim bertemu dengan ayahnya Azar pada hari Qiamat, pada wajah Azar terdapat hitam-hitam dan berdebu, maka Ibrahim bertanya kepadanya : “Tidakkah aku telah berkata kepadamu : “Janganlah engkau durhaka kepadaku”. Lalu ayahnya menjawab : “Pada hari ini saya tidak durhaka kepadamu”. Maka Ibrahim berkata : “Wahai Tuhan, sesungguhnya Engkau telah berjanji kepadaku untuk tidak menyusahkan aku pada hari kebangkitan. Kesusahan manakah yang lebih susah dari pada ayahku yang jauh ?” Allah Ta’ala berfirman . “Sesungguhnya Aku mengharamkan syurga atas orang-orang kafir, kemudian dikatakan : “Wahai Ibrahim, apa yang dibawah kakimu ?” Maka Ibrahim melihat, tiba-tiba ada seperti serigala yang berlumuran darah dan ditarik kaki-kakinya, kemudian dilemparkan ke neraka”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Anas bin Malik ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman kepada ahli neraka vang paling ringan siksanya : “Seandainya kamu mempunyai dunia dan seisinya, apakah kamu mau menebusinya ?” Ia menjawab : “Ya”. Kemudian Tuhan berfirman : “Aku telah menghendaki kamu akan sesuatu yang lebih ringan dari pada ini semenjak kamu dalam tulang rusuk Adam agar kamu tidak mensekutukan”. Saya duga Dia berfirman : Dan Aku tidak memasukkan kamu ke neraka, namun kamu enggan, kecuali kamu mensekutukan”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Anas bin Malik ra. bahwasanva Nabi saw. bersabda : “Dikatakan kepada orang kafir pada hari Qiamat : “Bagaimanakah pendapatmu, seandainva kamu mempunyai emas sepenuh bumi, apakah kamu menebus dengannya ?” Ia menjawab : “Ya”. Lalu dikatakan kepadanya : “Kamu telah dimintai yang lebih mudah dari pada itu”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).