Search This Blog

18 February 2011

Manfaat menghafal AlQur'an


AlQuranAl Qur’an memiliki banyak sekali kelebihan, salah satu contohnya adalah quran merupakan satu-satunya kitab yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang, bahkan hingga hari akhir. Allah SWT memiliki banyak cara untuk menjaga Quran, salah satunya adalah dengan banyaknya para penghafal Quran di muka bumi ini. Selain itu, quran memuat hal-hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Contohnya, Quran telah menjelaskan kejadian manusia pada 14 abad yang lalu yang kemudian kebenarannya baru terungkap pada zaman sekarang. Selain itu, Quran juga telah menjelaskan bagaimana proses terpecahnya bintang, pernyataan bahwa bumi itu bulat, dan masih banyak lagi. Dari sudut pandang bahasa quran memiliki gaya bahasa yang sangat indah, dan tidak tertandingi. Tidak ada makhluq yang dapat membuat yang semisal dengan quran.
Allah SWT telah menurunkan quran dan menjadikannya kitab yang mulia serta menjaganya hingga hari akhir.
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al Hijr:9)
Oleh karena itu wajar jika orang yang berinteraksi dengannya memiliki keutamaan di sisi Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat.
Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” (HR. Tirmidzi)
Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur’an khususnya menghafal.
Fadhail Dunia
1. Hifzhul Qur’an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah
Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an,
“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)
Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,
“Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya.” (HR. Hakim)
2. Al Qur’an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)
Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur’an. Rasul mendahulukan pemakamannya.
“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.
Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)
Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda,
“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
4. Hifzhul Qur’an merupakan ciri orang yang diberi ilmu
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al-Ankabuut 29:49)
5. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
6. Menghormati seorang hafizh Al Qur’an berarti mengagungkan Allah
“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)
Fadhail Akhirat
1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal
Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)
2. Hifzhul Qur’an akan meninggikan derajat manusia di surga
Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur’an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.
3. Para penghafal Al Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan taat
“Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ?alaih)
4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)
Mereka akan dipanggil, “Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?” Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)
5. Kedua orang tua penghafal Al Qur’an mendapat kemuliaan
Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
6. Penghafal Al Qur’an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur’an
Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At-Turmudzi)
7. Penghafal Al Qur’an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir 35:29-30)
Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur’an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa’at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do’anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.
Setelah mengetahui keutamaan berinteraksi dengan quran, mari tumbuhkan semangat untuk selalu berinteraksi dengannya, salah satu caranya adalah dengan menghafalnya. Menghafal quran tidak mengenal perbedaan umur. Baik tua maupun muda asalkan memiliki keinginan yang kuat insya Allah dapat menghafal quran. Kebanyakan sahabat menghafal quran pada saat dewasa. Jadi, umur bukanlah alasan untuk tidak menghafal quran. Dalam proses menghafal Anda dapat memetik banyak sekali pelajaran yang berharga. Sebelum menghafal Anda dituntut untuk memahami ayat Qur’an guna mempermudah proses penghafalan. Dengan memahamai ayat qur’an, diharapkan Anda dapat mengenal lebih jauh tentang Islam, baik dari segi fiqh, muamalah, sejarah, dan lain-lain. Jika anda sudah memiliki hafalan Quran, Anda akan terdorong untuk berusaha menjaganya. Karena merupakan dosa besar melupakan ayat quran yang sudah dihafal. Salah satu cara untuk menjaga hafalan adalah dengan cara mengulang-ulangnya. Sehingga dengan mengulang-ulang hafalan, Anda pun akan selalu bersama Quran. Perlu diketahui, ada beberapa penghafal quran yang kehilangan hafalannya karena lalai dalam menjaganya. Sehingga dhobitkanlah hafalan anda terutama jika Anda sudah khatam 30 juz, sehingga Anda dapat dengan mudah memuroja’ah hafalan Anda. Jika hafalan sudah dhobit, Anda bisa muroja’ah sambil menyetir mobil, memasak, dan banyak lagi pekerjaan yang bisa dibarengi dengan muroja’ah Sehingga minimal dalam seminggu Anda bisa mengulang hafalan Anda sekali.
“Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur’an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur’an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur’an. Allahumma amin”

Manfaat menghafal AlQur'an | sofianonline.com

17 February 2011

Air Penerang Hati



Cara menggunakannya
-untuk penerang hati dan menguatkan hafalan

-Minum 7 hari berturut-turut pada waktu pagi atau sebelum sarapan

-Sebelum diminum sila baca Surah Al-Fatihah dan Selawat serta niat mengikut hajat.

Boleh juga dibubuh dalam masakan,minuman,atau direnjis di tempat tidur,di pakaian,disapu di muka dan kepala atau ditempat sakit dan sebagainya.

Elakkan dari dilangkah

AIR ANNUSYYRAH

surah-surah yang disebut di bawah dibaca dan ditulis sebanyak bilangan:
-Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim)786 kali.
-Surah Al-Fatihah 70 kali.
-Ayatul kursi 70 kali.
-10 ayat-ayat pilihan dari surah Al-Baqarah.
-Surah Yassin lengkap 83 ayat.
-Surah Thoha ayat 131 dan 132
-Surah An-Najmi ayat 1 hingga 18.
-Surah Ar-Rahman ayat 1-5.
-Surah Al-Haaqqah lengkap 52 ayat.
-Surah Al-insyirah lengkap 8 ayat.
-Dakwat daripada za'faran dan air mawar
-Air tapisan berkualiti tinggi(bebas dari bakteria)
-Campuran Air Zam-zam dan Air hujan Malam Jumaat.

Khasiat
-Penerang hati untuk kanak-kanak /pelajar-pelajar semua peringkat umur.
-Mengelak penyakit lupa dan nyanyuk bagi orang dewasa dan berumur.
-Membantu kanak-kanak supaya rajin belajar .
-kanak-kank /bayi meragam waktu malam.
-kanak-kanak suka berkelahi degil dan sebagainya.



HIKMAT DARI AL-QURAN
(kumpulan surah-surah dan ayat-ayat khusus untuk penerang hati.
-786 BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM
-Jika seseorang yang lemah otak meminum air yng telah dibacakan 789 Bismillahrrahmanirrahim pada waktu pagi selama 7 hari berturut=turut akan hilanglah kebebalannya dan akan menghafal apa yang didengar .

Rujuk kitab Syamsul Maa'rif Al-Kubro oleh Al-Imam Ahmad bin Ali Al-Bunni mukasurat 37

-70 surah Al-Fatihah dan 70 Ayatul kursi yang mempunyai khasiat /yang tersangat agung ajaran dari Jibril kepada RAsulallah.

-Rujuk Mukaddimah Al-Quran Mushaf Al-Maarif.
-10 ayat-ayat pilihan dari surah Al-Baqarah menghindarkan daripada lupa.
-Rujuk kitab"Aalij Nafsaka bil Quran"oleh Asy syaikh Abi Al-Fadaa'
-Bagi ayat-ayat dan surah-surah untuk penerang hati selain dari diatas(seperti surah Yaasin dan lain-lain)Rujukan dari Al-Itqaan fi-Ulumil Quran oleh Al-Imam Jalaluddin As-Asuyuti A'maale Qur'aani.

-Surah-surah dan ayat diatas kami persembahkan melalui kaedah rawatan ulama silam dimana kalimat -kalimat al-Quran yang tertulis di pinggan putih dengan tinta Za'faran dan air mawar dilarutkan dengan air.Air dari pinggan putih tersebut dinamakan Air ANNUSYRAH khusus untuk penerang hati.

sumber asal

Khasiat Surah Al-Waqiah


 by alivewire

Sabda Rasulullah s.a.w.: “Sesiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.”
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya. (Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a.)
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya. Dan surah Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan kepada anak-anakmu semua.”
Menurut fatwa sebahagian Ulama’ katanya: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah pada setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.”
Surah Al-Waqi’ah adalah surah yang ke -56 di dalam Al-Quran, terletak pada juzuk ke 27 dan terdiri dari 96 ayat. Dinamakan Al-Waqi’ah kerana di ambil dari lafal Al-Waqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surah ini, yang ertinya kiamat. Di dalam surah Al-Waqi’ah ini menerangkan tentang hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Diterangkan pula penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan, dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit.
Di dalam surah Al-Waqi’ah terkandung beberapa khasiat, antara lain:
  • Bila orang membiasakan membaca surah ini setiap malam satu kali, maka dia dijauhkan dari kemiskinan selamanya.
  • Bila di baca 14 kali setiap selesai solat Asar, maka orang yang membacanya itu akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah.
  • Jika di baca surah ini sebanyak 41 kali dalam satu majlis (sekali duduk), insyaAllah di tunaikan segala hajatnya khususnya yang berkaitan dengan rezeki.
  • Supaya menjadi orang yang kaya sentiasa bersyukur, amalkan membaca surah ini sebanyak 3 kali selepas solat subuh dan 3 kali selepas solat Isya’. InsyaAllah tidak akan berlalu masa setahun itu melainkan ia akan di jadikan seorang yang hartawan lagi dermawan.
  • Amalan orang-orang sufi, supaya dilimpahkan rezeki. Hendaklah berpuasa selama seminggu bermula pada hari Jumaat. Setiap selepas solat fardhu bacalah Surah Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali sehinggalah sampai pada malam Jumaat berikutnya; pada malam Jumaat berikutnya itu, selepas solat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali, selepas solat Isya’ bacalah surah ini sebanyak 125 kali diikuti dengan selawat keatas Nabi sebanyak 1000 kali. Setelah selesai, hendaklah ia memperbanyakkan sedekah. Kemudian amalkanlah surah ini sekali pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah berhasil.
  • Surah ini jika dibaca disisi mayat atau orang yang sedang nazak, insyaAllah di permudahkan untuk roh keluar dari jasadnya. Jika dibaca disisi orang sakit, diringankan kesakitannya. Jika di tulis, kemudian dipakaikan kepada orang yang hendak bersalin, InsyaAllah segera melahirkan dengan mudah. Boleh juga dibaca disisi orang yang hendak bersalin sebagai selusuh.
Menurut As’Syeikh Abi’l Abbas katanya
  • Bila hendak mengamalkan surah Al-Waqi’ah ini, terlebih dahulu berpuasa selama 7 hari, di mulai pada hari Jumaat berakhir pada hari Khamis. Puasanya “tidak memakan sesuatu yang bernyawa / tidak makan ikan, daging, segala haiwan, hanya makan sayur-sayuran sahaja.
  • Dalam 7 hari itu, sesudah solat fardhu, membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali. Apabila bacaan tersebut di mulai setelah solat fardhu Subuh pada hari Jumaat pertama, maka diakhirilah pembacaan Al-Waqi’ah itu pada setelah fardhu Isya’ pada Jumaat berikutnya.
  • Pada malam Jumaat terakhir ini hendaklah membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 125 kali kemudian selawat 1000 kali.
Insya’Allah, dengan mengamalkan seperti berikut, ia akan menjadi orang kaya.

16 February 2011

Fadhilat Al-Quran



Fadhilat Al-Quran......Harap BacaOct 21, '07 9:08 AM
for everyone
Category:Other
FADHILAT SURAH AL-FATIHAH


1. Untuk Penawar Racun & Kala Jengking
Isilah gelas dengan sedikit air yang dicampur dengan sedikit garam. Bacakanlah surah al Fatihah 7 kali pada air di dalam gelas itu. Kemudian berilah orang yang disengat lipan itu minum dan usapkanlah sedikit di bahagian sengatan tadi. Insyaallah dengan ikhtiar itu racun yang ada di dalam badan akan menjadi tawar sehingga cepat sembuh kembali.


2. Untuk Menghilangkan Sifat Lupa
Tulislah surah al Fatihah pada bekas air seperti gelas, piring, dan lain-lain) yang bersih lagi suci. Lalu tuangkanlah air ke dalamnya supaya tulisan itu terhapus. Kemudian berilah minum kepada orang yang selalu pelupa. Insya Allah usaha ini akan berhasil dengan kesabaran.


3. Untuk Penyembuhan Segala Penyakit
Ambillah sebaldi air lalu dibacakan surah ini kepada air itu sebanyak 40 kali. Kemudian basuhlah kedua tangan, kedua kaki, muka,kepala dan seluruh anggota badan sampai rata dengan air itu. Insya Allah dengan ikhtiar ini, penyakit yang dialami akan sembuh. Lakukanlah berkali-kali.


4. Untuk Penyembuhan Penyakit Mata
Bacalah surah ini 41 kali sehabis sembahyang subuh kepada orang yang sakit mata. Kemudian usapkanlah ke mata pesakit dengan sedikit air ludah iaitu selepas membaca al Fatihah. Insya Allah akan sembuh dengan berkah yang ada pada surah al Fatihah ini.


FADHILAT SURAH AL-IKHLAS


Disebut surah al -ikhlas (menyelamatkan) kerana surah ini menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan-kesulitan dunia juga sakaratulmaut dan menyelamatkannya dari gelap gelita kubur dan tragedi-tragedi hari kiamat.


Dari Ubay ibn Ka'b r.a dari Nabi s.a.w.
"barangsiapa membaca surah al-ikhlas satu kali maka Allah memberikan kepadanya dari pahala seorang yang beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabnya dan rasul-rasulNya, dan dia memberi kepadanya - dari - pahala seperti pahala orang mati syahid".


Dari Abu Hurairah dari Nabi s.a.w. beliau bersabda yang bermakna:
"Barangsiapa membaca Qulhuallah maka seakan-akan ia membaca seperti sepertiga al-Quran."


Bersabda Rasulullah yang bermakna:
"Barangsiapa membaca Qulhuallah 3x maka ia seperti membaca al-quran seluruhnya."


bersabda rasulullah saw:
"Barangsiapa yang membaca surah al-ikhlas dalam sembahyang-sembahyang fardunya maka Allah SWT mengampun kepadanya dan kedua orang tuanya, dan menghapuskan namanya dari buku induk orang-orang yang celaka dan menuliskannya didalam buku orang-orang yang beruntung."


Sabda Rasulullah yang bermakna:
" barangsiapa yang membaca al-ikhlas 10x maka Allah membangunkan untuknya rumah di dalam syurga."


Imam al-Thabarani dari sahabat Jabir ibn Abdillah r.a. yang bermakna:
"Barangsiapa membaca Al-ikhlas setiap hari 50x maka ia kelak di hari kiamat dipanggil dari kuburnya,"Bangunlah kamu, hai orang yang memuji Allah SWT, maka masuklah ke syurga."


Maka janganlah lupa membaca al-ikhlas 10x setiap selesai sembahyang fardu.


Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, bahawasanya:
"Barangsiapa yang membaca al-ilklas 100x di dalam atau di luar sembahyang maka Allah SWT menulis untuknya bebas dari neraka."


Diriwayatkan oleh Imam Sahal ibn Sa'd r.a:
"Seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w. diadukannya kefakirannya, lalu beliau s.a.w.bersabda:
maksudnya"Apabila kamu masuk rumahmu maka ucapkan salam jika di dalamnya ada seseorang dan jika tidak ada seseorang di dalamnya, maka ucapkan salam atas dirimu, lalu ucapkan salam keatas nabi s.a.w. dan bacalah al-ikhlas satu kali."


FADHILAT SURAH YASSIN


RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud: "Bacalah surah Yassin
kerana ia mengandungi keberkatan", iaitu:


1. Apabila orang lapar membaca surah Yassin, ia boleh menjadi
kenyang.


2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.


3. Jika orang belum berkahwin akan mendapat jodoh.


4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.


5. Jika terpenjara akan dibebaskan.


6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang
dilihatnya.


7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya.


8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah
meringankan siksanya.


9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.


10.Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada
penyakitnya.


11. Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai
hati dan hati al-Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surah
Yassin,nescaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca
al-Quran sebanyak 10 kali.


12. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, "Apabila datang ajal orang yang suka
membaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat
berbaris bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya
diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut
menyembahyangkan jenazahnya".


13. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang suka
membaca Yassin sehingga datang Malaikat Redwan dari syurga membawa
minuman untuknya.Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya
dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa
sakit ketika nyawanya diambil.


14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: "Sesiapa bersembahyang
sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama
surah Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf
cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima
suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70
orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan
ini, dia adalah orang-orang yang munafik.




Sebuah hadis Rasulullah S.A.W, diriwayatkan oleh AlBaihaqi dari Khalil bahawa di dalam Al-Quran terdapat tujuh surah yang dimulai dengan "Haa Miim", akan datang di depan setiap pintu Neraka Jahannam dan memohon kepada Allah "Ya Allah! Janganlah Engkau masukkan (ke dalam neraka ini), orang yang percaya kepada aku dan membaca aku!"
Mrs Taj Askiri - Fadhilat Al-Quran......Harap Baca

Kelebihan Al-Quran

Setiap Huruf Diberi 10 Pahala

Abdullah bin Mas’ud R.A meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda,“Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab ALLAH TAALA maka untuknya diberi satu ‘hasanah’ (kebaikan) sebagai ganjaran bagi huruf itu dan satu hasanah adalah sama dengan sepuluh pahala. Aku tidak berkata (’Alif, lam, mim) sebagai satu huruf tetapi (alif) adalah satu huruf, (lam) adalah satu huruf dan (mim) adalah satu huruf.”

Sama sahaja pahala orang yang membaca itu samada dia faham makna atau tidak, cuma orang yang faham makna akan lebih tersentuh hatinya dan lebih merasai keinsafan.

Tengok Saja Pun Dapat Pahala

Tengok (melihat atau memandang) ayat-ayat Quran yang mulia. Apalagi kalau dibaca dan diamalkan dalam kehidupan.

Bacalah Al-Quran

Jadikan amalan membaca quran sebagai satu rutin harian samada 1 helai, 1 muka atau sekurang-kurangnya 3 ayat sehari. Membacanya dengan mulut dan memandang al-Quran dengan mata lebih banyak markahnya dari orang yang sekadar mendengarnya sahaja.

Ajarlah Anak-Anak Al-Quran

Daripada Usman bin Affan r.a., Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam ia bersabda; “Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang belajar Al-quran dan mengajarkannya kepada orang lain”. (Riwayat Bukhari ).

Sekurang-kurangnya ajarlah asas seperti huruf-huruf al-Quran supaya anak-anak mengenalnya daripada ibubapa mereka sendiri. Tambahan pula, ia menjadi ilmu yang mengalir pahalanya apabila anak itu menjadi ibubapa dan mengajarkannya kepada anak-anak mereka pula.

Syafaat

Quran adalah pemberi syafaat yang paling besar kerana ia adalah kalam Allah. Syafaatnya lebih tinggi dari syafaat Nabi Muhammad s.a.w. kerana ia adalah Kalam Allah sendiri. Ia umpama ahli kabinet yang memberi sokongan kepada Perdana Menteri. Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Bacalah al- Quran kerana ia akan datang pada Hari Akhirat kelak sebagai pemberi syafaat kepada tuannya.”

Dalam hadith yang lain pula “Pada hari Kiamat nanti, di hadapan Allah swt , bukan Nabi,bukan malaikat dan sebagainya“.tidak akan ada syafaat yang mempunyai taraf yang lebih tinggi daripada Al-Quran.

Para Hafiz iaitu orang yang menghafal al-quran dan yang beramal dengan ilmunya boleh memberi syafaat kepada 10 orang ahli keluarganya. Disebut dalam hadith daripada Anas r.a. :

“Sesiapa yang membaca al-Quran dan menghafalnya, dia menghalalkan apa yang dihalalkan di dalam al-Quran dan mengharamkan apa yang diharamkan di dalam al-Quran, Allah akan memasukkan ke dalam syurga dan dia akan dapat memberi syafaat 10 orang ahli keluarganya yang semuanya adalah ahli neraka.

Kelebihan Al-Quran « Nasbun Nurain

15 February 2011

10 Hingga 100 Kebaikan Bagi Setiap Huruf Ayat Suci



Setiap pembaca, pendengar dan orang yang menghadiri majlis al-Qur'an, pasti akan dicatatkan beberapa kelebihan serta kurniaan pahala daripada Allah SWT berdasarkan keikhlasan masing-masing.

Membaca ayat al-Qur'an sama ada secara bertadarus atau melalui perujian dalam sesuatu pertandingan sebenarnya memberikan pelbagai kelebihan bukan saja kepada pembaca, malah sesiapa yang mendengar dan menghadiri majlis itu.

Bagi pembaca, kelebihan yang ditawarkan ini cukup banyak. Dalam hal ini, Sayyidina Ali pernah berkata: "Sesiapa yang membaca al-Qur'an sedang dia mengekalkan solat, maka baginya atas setiap huruf yang dibaca itu sebanyak 100 kebajikan. Sesiapa yang membacanya sedang dia duduk lepas solat baginya atas setiap huruf yang dibaca 50 kebajikan.

"Sesiapa yang membaca, sedang dia berada di luar solat tetapi dalam keadaan berwuduk bagi setiap huruf yang dibaca 25 kebajikan. Sesiapa yang membacanya sedang dia belum berwuduk baginya atas setiap huruf yang dibaca itu 10 kebajikan.
"

Allah SWT berfirman bermaksud: "Sesungguhnya Kami telah turunkan sebaik-baik pembicaraan iaitu sebuah kitab al-Qur'an yang semua isinya kerap kali sama serta berulang-ulang begitu pun menjadi seram serta naiklah bulu roma bagi mereka yang membacanya, lalu kemudian akan lembut pula hati mereka untuk mengingati Aku." (Surah az-Zumar, ayat 23).

Sahabat Rasulullah SAW, Hazrat Ibni Usman menyatakan bahawa dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda bermaksud: "Muslim yang terbaik antara kamu ialah mereka yang mempelajari al-Quran, lalu mereka mengajarkannya pula kepada orang lain."

Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW sampai kepada kumpulan beberapa orang yang sedang berbual-bual kosong, lalu seorang daripada mereka mencadangkan supaya daripada membuang waktu sedemikian, lebih baik ke pasar Bhutan sekurang-kurangnya melihat atau memilih-milih unta betina yang baik.

Lalu Nabi Muhammad SAW mencelah dengan sabdanya: "Pergi ke masjid dan membaca dua potong daripada ayat al-Qur'an adalah lebih berharga daripada dua unta betina, pergi ke masjid dan membaca tiga potong daripada ayat al-Qur'an adalah lebih baik daripada tiga unta betina, demikian juga pergi ke masjid dengan membaca empat potong daripada ayat al-Qur'an pun adalah lebih afdal daripada empat unta betina atau beberapa lagi unta lain."

Hadis riwayat daripada Abu Hurairah pula menyebut : "Ada pun rumah dimana al-Qur'an sering dibacakan, nescaya ahli keluarganya akan bertambah kelebihan serta rahmat akan berganda, malaikat akan mengerumuninya, sementara syaitan akan lari meninggalkannya, sebaliknya rumah di mana tiada dalamnya alunan bacaan al-Qur'an akan sering menjadi tegang serta hilang keberkatan, malaikat akan menyisihkan dirinya, manakala gerombolan syaitan akan berlindung di dalamnya."

Sesiapa yang mendengar ayat suci al-Qur'an, di samping memahami dan menghayati kandungannya pula adalah mereka yang menggunakan nikmat Allah SWT iaitu pendengaran untuk perkara kebaikan.

Pada akhirat, setiap anggota manusia akan dipersoalkan oleh Allah SWT iaitu untuk apa dan bagaimanakah ia digunakan. Firman Allah yang bermaksud : "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati akan dipersoalkan oleh Allah." (Surah al-Isra, ayat 36)

Maknanya, Islam amat menitikberatkan penganutnya supaya sentiasa melakukan kebaikan agar mereka tergolong di kalangan yang beriman dan beramal soleh.

Untuk menjadi orang beriman dan beramal soleh, maka tentu seseorang itu perlu menuntut ilmu yang antara lainnya boleh diperoleh daripada majlis tilawah al-Qur'an.

Majlis ini sama juga dengan majlis ilmu kerana pada majlis itu, hadirin bukan saja dapat mendengar kemerduan ayat suci al-Qur'an, malah dapat menghayati maksud dan pengajaran di sebalik ayat itu.

Tuntutan menghadiri majlis ilmu ini sejajar sunnah Rasulullah SAW untuk amalan umatnya. Rasulullah pernah bersabda bermaksud : "Jadilah kamu orang yang berilmu atau orang yang belajar dan orang yang mendengar. Jangan kamu menjadi golongan yang keempat (bukan daripada tiga golongan), maka hendaklah kamu tinggalkan."

Abdullah bin Amru pernah menceritakan bahawa Rasulullah SAW melalui dua majlis dalam masjid. Satu majlis menjalankan kegiatan zikir dan satu lagi pengajian ilmu. Maka, Rasulullah SAW memilih untuk duduk bersama majlis ilmu walaupun kedua-dua majlis itu baik.

Apabila bertembung dengan dua majlis, maka Rasulullah SAW akan memilih majlis ilmu kerana ia lebih besar faedahnya kepada individu dan masyarakat.
INFO MUSLIM: 10 Hingga 100 Kebaikan Bagi Setiap Huruf Ayat Suci

14 February 2011

- Kelebihan Al-Quran

Kelebihan Al-Quran

Al-Quran ialah Kitabullah yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. Al-Quran merupakan senjata yang paling mujarab yang melimpah ruah, mata air yang tidak mungkin kering, di dalamnya penuh dengan nur hidayah rahmat dan zikir.


Al-Quran diturunkan untuk mengajar manusia tentang pengesaannya kepada Allah (tauhid). Konsep ibadat yang jelas dan menyeluruh agar manusia sentiasa mendapat bekalan yang baru dan segar. Mengajak manusia berfikir tentang ciptaan, pengawasan dan penjagaan yang ditadbirkan oleh yang Maha Agong agar dapat mengenal sifat-sifatNya yang Unggul.

Di dalam Al-Quran dipaparkan juga contoh tauladan dan juga kisah-kisah yang benar berlaku sebelum turunnya Al-Quran dan pada masa penurunan Al-Quran. Dengan itu manusia mendapat pengajaran dan panduan dalam mengharungi kehidupan sebagai muslim yang sejati dan benar dalam semua bidang kehidupan.

Al-Quran menjelaskan juga persoalan tentang akhir kehidupan manusia, situasi terakhir yang akan dirasai oleh manusia sebelum bumi ini dihancurkan oleh Allah untuk bermulanya hari qiamat dan nasib tiap-tiap insan sama ada ke syurga atau ke neraka.

Sebelum Al-Quran diturunkan ada banyak kitab suci dan suhuf yang diturunkan oleh Allah S.W.T kepada nabi-nabi dan rasul-rasulNya. Antara yang termasyhur ialah kitab Zabur yang diturunkan kepada nabi Daud a.s, kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa a.s, dan kitab Injil yang diturunkan kepada nabi Isa a.s tetapi tidak syak lagi bahawa Al-Quran adalah kitab yang paling utama dan termulia di sisi Allah S.W.T.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah s.a.w telah bersabda yang berbunyi:

Dari Aisyah r.a telah bersabda Rasulullah s.a.w:
Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu itu mempunyai kemegahan yang mana manusia berbangga dengannya dan menjadi kemegahan kebanggaan umatku ialah Al-Quran yang mulia.

Al-Quran terpelihara dan susunannya tidak berubah-ubah dan tidak boleh dipinda atau dihapuskan. Walaupun banyak usaha dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk mengubah dan meminda isi kandungan Al-Quran atau memutar belit ayat-ayat dan surah-surah, setiap kali usaha itu dibuat ia tetap dapat diketahui termasuk juga usaha golongan-golongan kuffar.

Al-Quran adalah satu perlembagaan yang lengkap bagi semua aspek kehidupan, mengandungi semua yang dihajati oleh manusia walaupun sebahagian daripada huraiannya tidak terperinci. Tujuannya Allah menyuruh manusia menggunakan fikiran yang sihat dan sempurna untuk mencari dan mengkaji berpandukan saranan yang diberi oleh Allah S.W.T.

Dalam Al-Quran Allah S.W.T berfirman:

Sesungguhnya telah datang kepada kau cahaya kebenaran (Nabi Muhammad s.a.w) dari Allah dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata kebenarannya dengan itu Allah menunjukkan jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredhaanNya dan denganya Tuhan keluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman) yang terang benderang dengan izinNya dan dengannya juga Tuhan menunjukkan mereka ke jalan yang betul dan harus.
(Surah Al-Maidah: 14 &15)

Firman Allah S.W.T lagi:

Kitab Al-Quran ini tidak ada sebarang syak padanya dan ianya menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa.
(Surah Al-Baqarah: 2)

Sebuah hadis dari Rasulullah s.a.w berbunyi:

Abu Zar r.a berkata bahawa beliau meminta Rasulullah s.a.w memberi satu pesanan yang berpanjangan. Rasulullah s.a.w bersabda:
“Semaikanlah perasaan taqwa kepada Allah kerana ia adalah sumber bagi segala amalan-amalan baik. Aku meminta supaya baginda menambah lagi. Tetapkanlah membaca Al-Quran kerana ia adalah nur untuk kehdupan ini dan bekalan untuk hari akhirat.”

Kita dikehendaki membaca, mendalami dan menghayati isi kandungan Al-Quran kerana ia diturunkan bukan untuk dijadikan perhiasan sahaja, dengan itu kita mendapat faedah yang besar bukan sahaja pahala da keredhaan Allah tetapi juga kegunaan lain dalam kehidupan sehari-hari.

Membaca Al-Quran dikira sebagai berzikir dan zikir membaca Al-Quran lebih afdal dan utama daripada zikir-zikir yang lain. Oleh itu membaca Al-Quran adalah sebagai ibadat tetapi tidaklah melebihi daripada ibadat-ibadat yang wajib.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:

Semulia-mulia ibadat umatku ialah membaca Al-Quranul Karim ( ibadat yang bukan wajib).

Membaca Al-Quran disifatkan sebagai santapan rohani kepada tiap-tiap orang Islam.



Rasulullah s.a.w bersabda dalam sebuah hadis berbunyi:

Sesungguhnya Al-Quran ini ialah hidangan Allah S.W.T maka hendaklah kamu terima hidangan Allah sebanyak mana yang kamu boleh.

Al-Quran juga merupakan senjata yang paling berkesan untuk membersihkan jiwa dan menyinarkannya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah s.a.w bersabda:

Daripada Ibnu Umar r.a berkata:
“Rasulullah s.a.w telah bersabda, hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar semula. Katanya dengan banyak mengingati mati dan membaca Al-Quran.”




PAHALA MEMBACA AL-QURAN

Allah S.W.T. Yang Maha Pemurah memberi pahala yang amat besar kepada orang yang membaca Al-Quran, tiap-tiap satu huruf ada pahalanya dan tiap-tiap satu ayat pun ada ditentukan pahalanya yang tidak sama antara satu dengan yang lain.

Pahala tiap-tiap huruf Al-Quran dijelaskan dalam sebuah Hadis dari Ibnu Masud r.a dari Rasulullah s.a.w:

Daripada Ibnu Masud r.a telah berkata bahawa Rasulullah s.a.w telah bersabda/;
Barangsiapa membaca satu huruf daripada Kitabullah maka baginya satu kebajikan dan setiap kebajikan sepuluh kali gandanya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.

Mengenai pahala tiap-tiap ayat telah disebut dalam beberapa hadis antaranya yang diriwayatkan daripada Abi Hurairah r.a telah bersabda Rasulullah s.a.w:

Sesiapa yang membaca Al-Quran sepuluh ayat dalam satu malam tidak dimasukkan ke dalam golongan yang lalai.


Sesiapa yang memelihara sembahyang fardu tidak termasuk dalam golongan yang lalai dan sesiapa yang membaca 100 ayat pada satu malam dimasukkan ke dalam golongan yang taat.


Barangsiapa yang mendengarkan satu ayat daripada Al-Quran ditulis baginya satu kebajikan yang berlipat kali ganda dan barang siapa yang membacanya adalah baginya cahaya pada hari Qiamat.

Adapun pahala membaca surah-surah banyak diriwayatkan dalam hadis-hadis Rasulullah s.a.w antaranya:

Sesiapa yang mambaca surah Yasin dipermulaan hari, segala hajatnya bagi hari itu dipenuhi.


Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada tiap-tiap malam kebuluran/kepapaan tidak akan menima dirinya.

Selain daripada pahala yang disebut sebelum ini, pahala membaca dalam solat dan pahala membaca dengan berwuduk lebihbesar ganjarannya daripada tidak berwuduk. Berpandukan Hadis Rasulullah s.a.w yang panjang dapat disimpulkan seperti berikut:

1. Pahala membaca Al-Quran dalam solat bagi tiap-tiap satu huruf seratus kebajikan.
2. Pahala membaca dengan berwuduk di luar solat bagi tiap-tiap satu huruf sepuluh kebajikan.



KELEBIHAN MEMBACA AL-QURAN

Orang yang selalu membaca Al-Quran semata-mata kerana Allah diberi kelebihan yang tinggi dan berbeza semasa mereka masih hidup ataupun sesudah berada di akhirat di samping kemuliaan yang dikurniakan kepada orang yang membaca Al-Quran kelebihan melimpah juga kepada kedua ibubapanya.

Hadis dari Rasulullah s.a.w yang berbunyi:

Sesiapa yang membaca Al-Quran dan beramal dengan apa yang terkandung di dalamnya, ibubapanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang sinarannya akan melebihi daripada cahaya matahari jika matahari itu berada di dalam rumah-rumahnya di dunia ini. Jadi bayangkanlah bagaimana pula orang yang dirinya sendiri mengamalkan dengannya.

Al-Quran juga dapat memberi syafaat (pertolongan) yang paling tinggi di sisi Allah S.W.T di hari qiamat. Ini berpandukan kepada Hadis Rasulullah s.a.w yang berbunyi:

Tidak ada syafaat yang paling tinggi melainkan Al-Quran yang bukan Nabi dan bukan malaikat dan sebagainya.

Hadis lain daripada Othman Ibnu Affan r.a dari Rasulullah s.a.w yang berbunyi:

Sebaik-baik kamu yang mempelajari Al-Quran dan mengajarnya kepada orang lain.



KERUGIAN MEREKA YANG TIDAK MEMBACA AL-QURAN

Dalam hadis Rasulullah s.a.w baginda ada menyebut tentang orang yang tidak ada langsung membaca Al-Quran dan rongga mulutnya kosong dengan ayat-ayat Al-Quran seperti rumah yang kosong dari penghuni.

Hadis dari Rasulullah s.a.w berbunyi:

Sesungguhnya orang yang tidak ada pada rongganya sedikitpun daripada Al-Quran seperti rumah yang ditinggalkan kosong.



ADAB MEMBACA AL-QURAN

Seseorang yang membaca Al-Quran seolah-olah ia berada di sisi Allah S.W.T dan bermunajat kepadaNya maka hendaklah menjaga adab-adab yang tertentu yang layak di sisi tuhan Yang Maha Agong lagi Maha Mulia. Ulamak-ulamak muktabar telah menggariskan beberapa adab sebagai panduan sepeti berikut:

1. Hendaklah sentiasa suci pada zahir dan batin kerana membaca Al-Quran adalah zikir yang paling afdal (utama) dari segala zikir yang lain.

2. Hendaklah membaca di tempat yang suci dan bersih yang layak dengan kebesaran Yang Maha Agong dan ketinggian Al-Quranul Karim. Para Ulamak berpendapat sunat membaca Al-Quran di Masjid iaitu tempat yang bersih dan mulia di samping dapat menambah kelebihan pahala-pahala iktiqaf.

3. Hendaklah memakai pakaian yang bersih, cantik dan kemas.

4. Hendaklah bersugi dan membersihkan mulut. Melalui mulut tempat mengeluarkan suara menyebut ayat Al-Quran. Hadis Rasulullah s.a.w berbunyi:
      Sesungguhnya mulut-mulut kamu adalah merupakan jalan-jalan lalunya Al-Quran maka peliharalah dengan bersugi.

      Berkata Yazid bin Abdul Mallek:
      Sesungguhnya mulut-mulut kamu adalah merupakan jalan-jalan lalunya Al-Quran maka peliharalah dengan bersugi.
5. Hendaklah melahirkan di dalam ingatan bahawa apabila membaca Al-Quran seolah-olah berhadapan dengan Allah dan bacalah dalam keadaan seolah-olah melihat Allah S.W.T. Walaupun kita tidak dapat melihat Allah sesungguhnya Allah tetap melihat kita.

6. Hendaklah menjauhkan diri dari ketawa dan bercakap kosong ketika membaca Al-Quran.

7. Jangan bergurau dan bermain-main ketika sedang membaca Al-Quran.

8. Hendaklah berada dalam keadaan tenang dan duduk penuh tertib. Jika membaca dalam keadaan berdiri hendaklah atas sebab yang tidak dapat dielakkan adalah harus.

9. Setiap kali memulakan bacaan lebih dahulu hendaklah membaca Istiazah: (A'uzubillahiminasy-syaitannirrajim).
      Kerana memohon perlindungan dari Allah dari syaitan yang kena rejam.

10. Kemudian diikuti dengan membaca basmallah: (Bismillahirrahmanirrahim).
      Hendaklah membaca Bismillah itu pada tiap-tiap awal surah kecuali pada surah At-Taubah.

11. Hendaklah diulang kembali membaca Istiazah apabila terputus bacaan di luar daripada Al-Quran.

12. Hendaklah membaca dengan Tartil (memelihara hukum Tajwid). Secara tidak langsung menambah lagi minat kepada penghayatan ayat-ayat yang dibawa dan melahirkan kesan yang mendalam di dalam jiwa.
      Firman Allah S.W.T:

      Kami membaca Al-Quran itu dengan tartil.
(Surah Al-Furqan: 32)
      Hendaklah kamu membaca Al-Quran dengan tartil.
(Surah Al-Muzammmil: 4)


      Pengertian Tartil pada bahasa:

      Memperkatakan sesuatu perkara itu dengan tersusun dan dapat difahami serta tanpa gopoh-gopoh.

      Menurut Istilah Tajwid ialah membaca Al-Quran dalam tenang dan dapat melahirkan sebutan huruf dengan baik serta meletakkan bunyi setiap huruf tepat pada tempat-tempatnya.

      Saidina Ali k.w berkata:

      Pengertian tartil ialah mentajwidkan akan huruf-huruf Al-Quran dan mengetahui wakaf-wakafnya.

13. Hendaklah berusaha memahami ayat-ayat yang dibaca sehingga dapat mengetahui tujuan Al-Quran diturunkan oleh Allah S.W.T.
      Allah S.W.T. berfirman:

      Inilah Al-Quran yang memimpin jalan yang lurus.
      (Surah Al-Israi’: 9)

      Firman Allah S.W.T.:

      Kami turunkan Al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang mukminin.
(Surah Al-Isra’: 82)

      Firman Allah S.W.T. lagi:

      Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan penuh barakah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
      (Surah Sad: 29)

14. Hendaklah menjaga hak tiap-tiap huruf sehingga jelas sebutannya kerana tiap-tiap satu huruf mengandungi sepuluh kebajikan. Hadis dari Rasulullah s.a.w berbunyi:

      Diriwayatkan dari Tirmizi dari Abdullah bin Masud daripada Rasulullah s.a.w telah bersabda sesiapa yang membaca satu huruf daripada Kitabullah (Al-Quran) maka baginya satu kebajikan dan setiap kebajikan sepuluh kali gandanya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.

15. Hendaklah membaca al-Quran mengikut tertib Mashaf. Dilarang membaca dengan cara yang tidak mengikut susunan kecuali diceraikan surah-surah dengan tujuan mengajar kanak-kanak adalah diharuskan.

16. Hendaklah berhenti mambaca apabila terasa mengantuk dan menguap kerana seseorang yang sedang membaca Al-Quran ia bermunajat kepada Allah dan apabila menguap akan terhalang munajat itu kerana perbuatan menguap adalah dari syaitan.
      Berkata Mujahid:
      Apabila kamu menguap ketika membaca Al-Quran maka berhentilah dari membaca sebagai menghormati Al-Quran sehingga selesai menguap.

17. Hendaklah meletakkan Al-Quran di riba atau di tempat yang tinggi dan jangan sekali-kali meletakkannya di lantai atau di tempat yang rendah. Sabda Rasulullah s.a.w berbunyi:
      Ubaidah Mulaiki r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:
      “Wahai kaum ahli-ahli Al-Quran jangan gunakan Al-Quran sebagai bantal tetapi hendaklah kamu membacanya dengan teratur siang dan malam.”

18. Hendaklah memperelokkan bacaan dan menghiaskannya dengan suara yang baik.
      Sabda Nabi s.a.w dalam sebuah hadis:

      Telah bersabda Nabi Muhammad saw, hiasilah Al-Quran dengan suara-suara kamu.

19. Setiap bacaan hendaklah disudahi dengan membaca:
      (Sadaqallahul’azim).

20. Disunatkan berpuasa di hari khatam Al-Quran dan diikuti dengan mengumpul ahli keluarga dan sahabat handai bersama-sama di dalam hari khatam Al-Quran. Dalam sebuah hadis ada menjelaskan kelebihan orang yang telah khatam Al-Quran menerusi sebuah hadis yang berbunyi:
      Telah bersabda Nabi Muhammad s.a.w, sesiapa yang telah khatam Al-Quran baginya doa yang dimakbulkan
- Kelebihan Al-Quran