Search This Blog

12 April 2011

BALASAN MEMUSUHI WALI-WALI ALLAH DAN SEUTAMA-UTAMA AMAL UNTUK MENDEKAT KAN DIRI KEPADA ALLAH TA’ALA

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku telah mengumumkan perang kepadanya. HambaKu tidak mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang paling Aku sukai dari pada sesuatu yang Aku fardhukan atasnya. HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan sunnat-sunnat sampai Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku menjadi pendengaran yang untuk mendengarnya, penglihatan yang untuk melihatnya, tangan yang untuk menamparnya dan kaki yang untuk berjalan olehnya. Jika ia memohon kepadaKu, niscaya Aku benar benar memberinya. Jika ia memohon kepadaKu, niscaya Aku benar-benar melindunginya. Dan Aku tidak bimbang terhadap sesuatu yang Aku iakukan seperti kebimbanganKu terhadap jiwa hambaKu yang beriman yang mana ia tidak senang mati sedang Aku tidak senang berbuat buruk terhadapnya”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

11 April 2011

ALLAH MENGGENGGAM BUMI …. KEMUDIAN BERFIRMAN : “AKULAH RAJA”.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah menggenggam bumi dan rnelipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian bertirman : “Akulah Raja, dimanakah raja-raja bumi ?” (Hadits ditakhrij oleh Rukhari).
Dari Abdullah bin Umar ra. Sesungguhnya Allah menggenggam bumi atau bumi-bumi dan langit-langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian Dia berfirman : “Aku Raja”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abdullah ra. dia berkata : “Datanglah salah seorang pendeta kepada Rasulullah saw. pendeta itu berkata : “Wahai Muhammad, sesungguhnya kami dapati bahwa Allah menjadikan langit atas satu jari dan bumi-bumi atas satu jari, pohon atas satu jari dan semua makhluk atas satu jari, dan Allah berfirman : “Akulah Raja”. Nabi saw tertawa sehingga tampak gigi taring beliau, membenarkan kata-kata pendeta itu, kemudian Rasulullah saw. membaca : “Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya, Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Dari Ubaidillah bin Muqassim, bahwasanya dia melihat kepada Abdullah bin Umar ra., bagaimana Rasulullah mengisahkan, beliau bersabda : “Allah mengambil langit dan bumi-bumi dengan keduanya-Nya dan berfirman : “Akulah Allah sambil menggenggam jari-jari-Nya serta membentangkannya, Akulah Raja”, sehingga saya melihat mimbar, bahagian bawahnya itu bergerak, sampai saya berkata : “Apakah mimbar itu akan menjatuhkan Rasulullah saw. ?”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).
Dari Ibnu Umar ra. bahwasanya ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda diatas mimbar : “Allah Yang Maha Pemaksa itu mengambil langit dan bumi bumi dengan kedua tangan-Nya dan menggenggam dengan tangan-Nya. Ia mulai menggenggam dan membentangkannya, kemudian berfirman : “Akulah Pemaksa, dimanakah para tukang paksa ? dimanakah orang-orang yang sombong?”. Rasulullah mencontohkan dengan tangan kanannya dan dengan tangan kirinya, sehingga saya melihat mimbar bergerak dari bahagian bawahnya, sampai aku berkata : “Apakah mimbar itu akan jatuh, wahai Rasulullah saw. ?”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Allah menggulung langit pada hari Qiamat, kemudian Ia mengambil dengan tangan kanan-Nya, lalu Allah berfirman “Akulah Raja, dimanakah para tukang paksa ? Dimanakah orang-orang yang sombong ? Kemudian Dia menggulung bumi-bumi, kemudian mengambilnya. Ibnu ‘Ala’ berkata: “Dengan tanganNya yang lain lalu berfirman : “Akulah Raja, dimanakah para tukang paksa ? Dimanakah orang -orang yang sombong?”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).

10 April 2011

ORANG-ORANG MU’MIN MELIHAT TUHAN DAN ALLAH BERFIRMAN KEPADA PENGUNI SORGA

Dari Syuhaib ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Ketika penghuni sorga masuk ke syurga”, beliau bersabda : “Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman : “Kamu menghendaki agar aku menambahkah sesuatu untukmu ?” Mereka berkata : “Tidakkah Engkau mencemerlangkan wajah kami ? Tidakkah Engkau memasukkan kami ke syurga ? dan menyelamatkan kami dari neraka ?”. Rasulullah saw. bersabda : “Maka dibukalah tirai dan tidaklah mereka diberi sesuatu yang lebih mereka sukai dari pada melihat Tuhan mereka”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Ketika penghuni syurga dalam keni’matannya tiba-tiba memancar cahaya kepada mereka, maka mereka mengangkat kepala, tiba-tiba Tuhan telah muncul di hadapan mereka dari atas, lalu berfirman : “Selamat sejahtera wahai penghuni sorga”, Rasulullahlah saw. bersabda: “Itulah firman Allah :
“SALAAMUN QAULAM MIRRABBIRRAHIIM” (Kepada mereka dikatakan) : “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yaasiin : 58).
Rasulullah saw. bersabda : “Maka Tuhan melihat mereka dan mereka melihat Nya ; dan mereka tidak menghiraukan keni’matan keni’matan lain, selama mereka melihat Nya, sehingga Tuhan tertutup dari mereka dan tetaplah cahaya dan keberkahan Nya pada mereka di tempat-tempat mereka itu. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah)
KUMPULAN HADITS QUDSI

09 April 2011

NERAKA MENGADU KEPADA TUHANNYA

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Neraka mengadu kepada Tuhan, lalu berkata : “Tuhan, sebahagianku makan sebahagian yang lain”. Maka Tuhan mengizinkan bagi neraka dua nafas yaitu : Nafas pada musim dingin dan nafas pada mu sim panas, maka itulah panas yang sangat panas yang kamu dapati, dan itulah dingin yang sangat dingin yang kamu dapati”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
KUMPULAN HADITS QUDSI

08 April 2011

MANUSIA YANG PERTAMA KALI DIADILI PADA HARI QIYAMAT


Dari Abu Hurairah ra., diceritakan : Orang-orang berkelompok-kelompok dari Abu Hurairah, Natil penduduk Syam berkata padanya : “Wahai Tuan, ceritakanlah kepadaku sebuah hadits yang engkau dengar dari Rasulullah saw. !”. Ia berkata : “Ya, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling pertama diadili pada hari qiyamat adalah seseorang yang mati syahid, ia didatangkan dan ditanyakan ni’mat­-ni’matnya, lalu ia mengakuinya. Dia berfirman : “Apakah yang kamu amalkan di dunia ? “. Ia menjawab : “Saya berperang sampai mati syahid”. Dia berfirman : “Kamu berdusta, tetapi kamu berperang agar dikatakan sebagai pemberani dan itu telah dikatakan”. Kemudian ia diperintahkan, lalu wajahnya ditarik sehingga ia dilemparkan kedalam neraka. Seorang yang memperlajari Ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an di­datangkan. Nikmat-nikmatnya, ditanyakan dan ia mengakuinya. Dia berfirman : “Apakah yang kamu kerjakan di dunia ?”. Ia menjawab : “Saya mempelajari Ilmu, mengajarkannya, dan saya membaca Qur’an karena-Mu”. Dia berfirman : “Kamu berdusta, karena kamu mempelajari Ilmu agar dikatakan pandai dan kamu membaca Al Qur’an agar dikatakan sebagai qari’, dan itu semua telah diucapkan”. Kemudian diperintahkan, lalu wajahnya ditarik sampai dicampakkan kedalam neraka. Dan seorang yang diberi kelapangan oleh Allah dan diberi berbagai macam seluruh harta didatangkan dan ditanyakan ni’mat-ni’matnya lalu ia mengakuinya. Dia berfirman : “Apakah yang kamu kerjakan di dunia ?”. Ia menjawab : “Saya tidak meninggalkan jalan yang mana engkau senang untuk di infakkannya (harta) melainkan saya menginfakkannya karena-Mu”. Dia berfirman : “Kamu berdusta, tetapi kamu kerjakan agar dikatakan sebagai dermawan, dan itu telah dikatakan”. Ia diperintahkan, lalu ditarik wajahnya kemudian dilemparkan kedalam neraka”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Said ra., ia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “Seseorang diantaramu janganlah menghina dirinya”. Mereka berkata : “Wahai Rasulullah, bagaimanakah salah seorang dari pada kami menghinakan dirinya ?”. Beliau bersabda : “Ia melihat urusan Allah yang didalamnya ada tempat untutk berpendapat, ia tidak berpendapat. Besok pada hari Qiyamat Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman kepadanya: “Apakah yang mencegah kamu untuk berpendapat begini dan begitu?”. Ia menjawab : “Karena takut kepada manusia : “Dia berfirman : “Hanya Akulah yang berhak ditakuti”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

07 April 2011

MEMBENARKAN AKIDAH


Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Anak Adam (manusia) menyakiti Aku dengan mencaci maki tahun, dan Akulah tahun. Dan di tangan Akulah segala urusan, Aku balik siang dan malamnya”. (HR. Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah saw. Bersabda : “Allah berfirman : “Bani Adam (manusia) mencaci maki masa, Akulah masa, di tangan Akulah siang dan malam”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : Allah Ta’ala berfirman : “Anak Adam (manusia) men­dustakan Aku dan tidak pantas hal itu padanya. Ia mencaci maki Aku dan tidak pantas hal itu baginya. Adapun pendustaannya kepadaku adalah perkataannya : “Tuhan tidak akan mengembalikan aku sebagaimana ia telah menciptakan aku”, padahal menciptakan pada mula pertamanva tidak mudah atasKu dari pada mengembalikannva. Adapun caciannya kepadaKu adalah perkataannya : “Allah mengambil anak dan Akulah Yang Maha Esa dan tempat meminta. Aku tidak melahirkan, tidak dilahirkan dan tidak ada satupun yang menyamai Aku”. (Hadits ditakhrij oleh Al Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda : Allah vang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Anak Adam mendustakan Aku dan tidak seyogya baginya untuk mendustakan Aku. Anak Adam mencaci maki Aku dan tidak seyogya baginya untuk mencaci maki Aku. Adapun pendustaannya kepadaKu adalah perkataannya : “Sesungguhnya Aku tidak mengembalikannya sebagaimana Aku menciptakannya pada hal akhir penciptaan itu tidaklah lebih sukar atasKu dari pada menciptakan pertama kalinya. Adapun caciannya kepadaKu adalah perkataannya : “Allah mengambil anak, dan Akulah yang Maha Esa dan tempat meminta, Aku tidak dilahirkan, tidak melahirkan dan tidak ada satupun yang menyamai Aku”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i)
Dari Zaid bin Khalid Al Juhanni ra., ia berkata : Rasulullah saw shalat Subuh untuk kami di Hudaibiyah mengiringi langit malam. Ketika Nabi saw. berpaling, beliau menghadap ke arah orang-orang seraya bersabda : “Apakah kalian mengctahui sesuatu yang difirmankan oleh Tuhanmu ?”. Mereka menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengetahui” Dia berfirman : “Dari hambaKu ada vang masuk pagi beriman kepadaKu dan sorenya kafir”. Adapun orang yang berkata : “Kami diberi hujan dengan karunia dan rahmat Allah”. Itulah yang beriman kepadaKu dan kafir terhadap bintang. Adapun orang yang berkata : “Kami diberi hujan karena bintang ini dan ini”., itulah orang yang kafir kepadaKu dan Iman kepada bintang”. (Hadits ditakhrij oleh Al Bukhari).
Dari Zaid bin Khalid Al Juhanni ra., ia berkata : Nabi saw diberi hujan lalu beliau bersabda : Allah berfirman : “Dari hambaKu ada yang kafir kepadaKu dan iman kepadaKu”. (Hadits ditakhrij oleh Al Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Aku tidak memberi kenikmatan kepada hamba Ku kecuali sekelompok dari mereka menjadi kafir dengan mengu­capkan : “Bintang dan karena bintang”. (Hadits di takhrij oleh An Nasa’i).
Dari Zaid bin Khalid Al Juhanni ra., ia berkata : Nabi saw. diberi hujan lalu beliau bersabda : “Tidakkah kalian mendengar apa yang difirmankan Allah tadi malam ?” Dia berfirman : “Aku tidak memberikan keni’matan kepada hambaKu kecuali sekelompok dari mereka menjadi kafir, dengan berkata : “Kami diberi hujan oleh bintang ini dan ini”. Adapun orang yang beriman kepadaKu dan memujiKu atas diturunkannya hujan itu, maka itulah orang yang beriman kepadaKu dan kafir terhadap bintang. Dan barang siapa yang berkata : “Kami diberi hujan oleh bintang ini dan ini, itulah orang yang kafir kepadaKu dan iman kepada bintang”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).
Dari Abu Zur’ah, ia mendengar Abu Hurairah ra. berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat seperti buatanKu, maka hendaklah ia membuat semut kecil, atau membuat biji dan gandum”. (HR. Al Bukhari).
Dari Anas bin Malik ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Sesungguhnya umatmu senantiasa berkata : “Apakah ini, apakah ini ?”, sehingga mereka berkata : Ini adalah Allah, yang menciptakan makhluk. Maka siapakah yang menciptakan Allah?” (Hadits ditakhrij oleh Imam Muslim).
Dari Jundub ra. bahwasanya Rasulullah saw. bercerita bahwa seseorang berkata : “Demi Allah, Allah tidak mengampuni Fulan”. Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman : “Siapakah yang bersumpah atas Ku bahwa Aku tidak mengampuni Fulan, sesungguhnya Aku telah mengampuni Fulan dan Aku menghapus amal atau seperti apa yang ia ucapkan”. (Hadits ditakhrij oleh Imam Muslim).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Dua orang Bani Israil saling bersaudara (orang lain yang sudah diangkat sebagai saudara). Salah satunya berdosa dan yang lain tekun beribadah. Orang yang tekun beribadah itu melihat orang lain itu selalu berdosa lalu ia berkata kepadanya : “Hentikanlah”. Ia menjawab : “Biarkanlah saya dan Tuhan saya. Apakah kamu diutus sebagai pengawas atasKu?”. Lalu ia menjawab : “Demi Allah, Allah tidak mengampuni kamu, atau Allah tidak memasukkan kamu ke sorga”. Lalu Allah mencabut ruh dua orang itu, dan keduanya berkumpul di hadapan Tuhan semesta alam. Allah berfirman kepada orang yang tekun ini : “Apakah kamu mengetahui tentang Aku ?” Ataukah kamu kuasa terhadap apa yang ada dalam tangan (kekuasaan) Ku ?”. Allah berfirman kepada orang yang berbuat dosa : “Pergilah kamu, masuklah ke sorga dengan rahmat Ku, dan berkata kepada yang lalu : “Bawalah ia ke neraka”.
Abu Hurairah berkata : Demi Dzat yang diriku di tangan (kekuasaan) Nya sungguh ia mengatakan kalimat yang menghancurkan dunia dan akhiratnya. (Hadits ditakhrij Abu Dawud).
KUMPULAN HADITS QUDSI

06 April 2011

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA KEUTAMAAN SHALAWAT DAN SALAM ATAS NABI SAW.


Dari Abu Darda dan Abu Dzarr ra. dari Rasulullah saw. dari Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : Wahai anak Adam, ruku’lah (Shalatlah) kepadaKu di awal siang dengan empat raka’at maka Aku akan mencukupimu di akhir siang itu”. (hadist ditakhrij olej Tirmidzi)
Dari Na’im bin Hammaz ra., ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Wahai anak Adam, janganlah kamu lemah terhadaKu dari (melakukan) empat rakaat di awal harimu, maka Aku cukupkan kamu di akhir hari itu”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).
Dari Abdullah bin Abu Thalhah dari ayahnya ra., ia berkata : Bawasanya Rasulullah saw. pada suatu hari datang dengan wajah gembira, lalu kami berkata : “Sesungguhnya kami melihat kegembiraan di wajah engkau”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya datanglah Malaikat kepadaku. Ia berkata : “Wahai Muhammad, bukankah menjadikan engkau ridha, bahwasanya tidaklah seseorang membaca shalawat (memohon rahmat) atasmu melainkan Aku melimpahkan rahmat atasnya sepuluh kalinya, dan tidak seorangpun memohon keselamatan atasmu, melainkan Aku mem­berikan keselamatan atasnya sepuluh kalinya”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa;i)