Search This Blog

20 March 2011

PUASA DAN KEUTAMAANNYA


Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Puasa itu benteng, maka janganlah berkata keji dan jangan berbodoh diri. Jika seseorang menentang atau memakinya maka hendaklah ia berkata : “Sesungguhnya saya sedang berpuasa” – dua kali. Demi Dzat yang diriku di’ tanganNya, bau busuknya mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi. Ia meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu untukKu dan Aku membalasnya. Kebaikan itu lipat sepuluhnya. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. Allah berfirman : “Seluruh amal anak Adam baginya selain puasa, sesung guhnya puasa itu bagiKu dan Aku membalasnya. Sungguh bau busuknya mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Puasa itu bagKu, ia meninggalkan syahwatnya, makanan dan minumnya karena Aku. Puasa itu perisai. Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka dan kesenangan ketika bertemu dengan Tuhannya. Sungguh bau busuknya mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Setiap amal anak Adam baginya selain puasa, puasa itu bagiKu dan Aku membalasnya”. Demi Dzat yang diriKu ditanganNya sungguh bau busuknya mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw: bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Setiap amal anak Adam itu baginya selain puasa, sesungguhnya puasa itu bagiKu, dan Aku membalasnya. Puasa itu perisai. Apabila salah seorang di antaramu berpuasa pada suatu hari maka janganlah berkata keji dan jangan teriak-teriak pada hari itu. Jika salah seorang memakimu atau melawanmu maka katakanlah : “Sesungguhnya saya sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tanganNya, sungguh bau busuknya mulut orang yang berpuasa itu lebih harum disisi Allah pada hari Qiyamat dari pada bau kasturi. Orang yang berpuasa itu mendapat dua kesenangan yang dinikmatinya yaitu apabila ia berbuka, maka senang karena bukanya dan apabila bertemu dengan Tuhannya, maka ia senang karena puasanya. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya Tuhanmu berfirman : “Setiap kebaikan itu sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Puasa itu bagiKu dan Aku membalasnva. Puasa itu perisai dari neraka. Sungguh bau busuknva mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi. Jika salah seorang di antaramu sedang berpuasa dijahili oleh orang jahil maka katakanlah : “Sesungguhnya saya ini sedang berpuasa”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. telah bersabda: Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “HambaKu yang paling Aku cintai adalah or ang yang paling segera berbuka”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Setiap amal anak Adam itu dilipatkan. Kebaikan dilipatkan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali, sampai sekehendak Allah. Allah berfirman : “Selain puasa, sesungguhnya puasa itu untukKu, dan Aku membalasnva, ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku. Orang yang berpuasa mendapat dua kesenangan yaitu kesenangan ketika berbuka dan kesenangan ketika bertemu Tuhannya. Sungguh bau busuknya mulut orang yang berpuasa itu lebih harum disisi Allah dari pada bau Kasturi”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).
Dari Ali bin Abi Thalib ra., beliau dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Sesunguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman : “Puasa itu untukKu dan Aku membalasnya. Orang yang berpuasa itu mendapat dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Tuhannya. Demi Dzat Yang jiwa Muhammad di tanganNya, sungguh bau busuknva mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi.
Dari Abi Said al Khudri ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bertirman : “Puasa itu bagiKu dan Aku mem­balasnya. Orang yang berpuasa itu mendapat dua kegembiraan, yaitu apabila ia berbuka maka bergembira dan apabila bertemu Tuhannya dan Tuhan memberinya balasan, maka ia bergembira. Demi Dzat vang jiwa Muhammad di-tanganNya, sungguh bau busuknya mulut orang yang berpuasa itu disisi Allah lebih harum daripada bau kasturi.
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi berfirman : “Setiap amal anak Adam itu baginya selain puasa. Puasa itu bagiKu dan Aku membalasnya. Puasa itu perisai. Apabila salah seorang dari padamu berpuasa pada suatu hari, maka janganlah ia berkata keji dan jangan berteriak teriak. Jika ia dicaci maki atau dilawan oleh seseorang maka hendaklah ia mengatakan: “Saya ini sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tanganNya, sungguh bau busuk mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi”.

19 March 2011

PENCIPTAAN ADAM



Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta”. Kemudian Allah berfirman : “Pergilah, berilah salam kepada malaikat itu, dan dengarkan penghormatan keturunanmu”. Adam berkata : “Assalamu’alaikum (Semoga kesejahteraan tetap atasmu)”. Mereka menjawab : “Assalamu’alaika wa rahmatullah ( Semoga kesejahteraan dan Rahmat Allah atasmu) . Mereka menambah wa rahmatullah (dan rahmat Allah). Setiap orang yang masuk syurga atas bentuk Adam. Penciptaan itu senantiasa berkurang hingga sekarang”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw., ia bersabda : Ketika Allah menciptakan Adam Dia mengusap punggungnya maka jatuhlah setiap jiwa dari punggungnya. Dialah yang menciptakannya sampai hari kiamat. Dia menjadikan sinar cahaya di antara kedua mata setiap manusia. Kemudian Tuhan menampakkan mereka atas Adam. Lalu Adam bertanya  : “Wahai Tuhanku, siapakah mereka?”. Allah berfirman: “Mereka adalah keturunanmu”. Adam heran terhadap kecemerlangan apa yang di antara kedua matanya. Ia bertanya : “Wahai Tuhanku, siapakah ini ?”. Allah berfirman : “Ini seseorang dari umat yang akhir dari keturunanmu, namanya Dawud”. Ia berkata : “Berapakah Engkau beri umur ?”. Allah berfirman : “Enam puluh tahun”. Ia berkata : “Wahai Tuhanku, tambahkanlah 40 tahun dari umurku”. Ketlka umur Adam telah habis, datanglah malaikat maut (malaikat pencabut nyawa). Adam berkata : “Bukankah kamu telah memberikannya kepada anakmu Dawud ?”. Beliau bersabda : “Lalu Adam menentangnya, maka keturunannya menentang. Adam lupa, maka keturunannya lupa, dan Adam salah maka keturunannya Salah”. (Hadits ditakhrij oleh At Tirmidzi).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Ketika Allah menciptakan Adam dan telah meniupkan ruh padanya, Adam bersin, lalu ia mengucapkan : “Alham dulillah (segala puji bagi Allah)”, ia memuji Allah dengan seizinNya. Lalu Allah berfirman kepadanya : “Rahimakallah ya Adam (Hai Adam, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu). Pergilah kepada para malaikat itu yakni yang duduk-duduk dari mereka, dan ucapkanlah : “Assa lamu’alaikum (semoga kesejahteraan tetap atasmu)”. Mereka menjawab : “Wa’alaikas salam wa rahmatullah (semoga kesejateraan dan rahmat Allah atasmu)”. Kemudian ia kembali kepada Tuhannya. Allah berfirman :
“Inilah penghormatanmu dan penghormatan di kalangan anak cucumu”. Lalu Allah berfirman kepadanya dengan tergenggam kedua belah tanganNya: “Pilihlah mana yang kamu sukai ?”. Adam menjawab saya memilih tangan kanan TuhanKu”. Dua tangan Tuhanku yang kanan adalah penuh berkah, kemudian dibentangkannya, tiba-tiba di sana ada Adam dan keturunannya. Adam berkata : “Wahai Tuhanku, apakah itu”, Allah berfirman : “Mereka adalah keturunanmu”. Masing-masing dari mereka telah tercatat umurnya diantara dua matanya. Tiba-tiba ada seorang laki- laki yang paling bersinar atau termasuk orang yang bersinar dari mereka. Adam berkata : “Wahai Tuhanku, siapakah ini?”. Allah berfirman: “Ini adalah anakmu Dawud, telah Aku catat umurnya 40 tahun”. Adam berkata : “Wahai Tuhanku, tambahlah umurnya”. Allah berfirman : “Itulah vang telah Aku catat baginya”. Adam berkata : “Wahai Tuhanku, aku memberikan 60 tahun dari umurku untuknya”. Allah berfirman : “Kamu dan itu”. Kemudian Allah menempatkannya di syurga selama yang dikehendaki Allah, kemudian diturunkan dari padanya dan Adam menghitung (umur = pen) dirinya. Beliau bersabda : “Malakul maut (malaikat pencabut ruh) datang kepadanya, lalu Adam berkata : “Kamu tergesa-gesa, saya telah dicatat berumur 1000 tahun”. Malaikat maut menjawab : “Memang, tetapi kamu telah memberikan kepada anakmu Dawud 60 tahun”. Lalu Adam menentang, maka keturunannyapun menentang. Adam lupa maka keturunannyapun lupa. Beliau bersabda : Sejak itu, diperintahkan untuk membuat catatan dan saksi-saksi”. (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi).

18 March 2011

PERSEDIAAN ALLAH YANG AKAN DIBERIKAN KEPADA HAMBA-HAMBANYA YANG SHALIH


Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : Allah beriirman : “Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak tergores oleh hati manusia. Jika mau bacalah :
‘FA LAA TA ‘LAMU NAFSUN MAA UKHFIYA LA HUM MIN QL ‘RRATI A’YUNIN”
(Seseorang itu tidak mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka yaitu yang menyejukkan pandangan mata). (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra., dari Rasulullah saw. bersabda : “Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang shaleh sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, ridak pernah di dengar oleh telinga dan titiak pernah tergores dalam hati manusia”. Abu Hurairah berkata. Bacalah jika kamu mau :
“FA LAA TA’LAMU NAFSUN MAAUKHFIYA LAHUM MIN QURRATI A’YUNIN”
(Seseorang itu tidak mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka yang menyedapkan pandangan mata). (Hadits ditakrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw. bersabda : Allah Ta’ala berfirman : Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah tergores dalam hati manusia, sebagai simpanan, biarkanlah (tinggalkanlah) apa yang ditampakkan kepadamu”. Kemudian beliau membaca:
“FALAA TA’LAMU NAFSUN MAA UKHFIYA LAHUM MIN QURRATI A’YUNIN JAZAA-AN BIMAA KAANUU YA’MALUUN”
(Seseorang itu tidak mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka yaitu yang menyejukkan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan). (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. besabda : “Allah Azza wa Jalla berfirman : “Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang beriman sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga, dan tidak pernah tetgores dalam hati manusia”. Hal itu sesuai dengan firman Allah :
“FALAA TA’LAMU NAFSUN MAA UKHFIYA LAHUM MIN QURATI A’YUNIN JAZAA-AN BIMAA KAANUU YA’MALUUN”
 (Seseorang itu tidak mengetahui apa \’ang disembunyikan bagi mereka \’aitu yang menyejukkan mata sebagai balasan rerhadap apa \’ang mereka kerjakan ). (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : Allah berfirman : Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih sesuatu yang tidak dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak tergores oleh hati manusia. Jika kamu mau bacalah :
‘FALAA TA LAMU NAFSUN MAA UKHFIYA LAHUM MIN QURRATI A’YUNIN JAZAA-AN BIMAA KAA NUU YA ‘MALL’UN” 
(Seseorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu yang menyejukkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan). Di sorga ada pohon di mana seorang berkendaraan menempuh dibawah naungannva selama 100 tahun tidak selesai. Jika mau bacalah:
“WA ZHILLIM MAMDUUDIN” (Dan an yang terbentang luas).
Tempat cemeti di sorga itu lebih baik dari pada didunia dan apa yang ada di dalamnya. Jlka mau bacalah :
“FAMAN ZUKHZIHA ‘ANIN NAARI WA UDKHILAL JANNATA FAQAD FAAZA WAMAL HAYAA-TUD-DUN-YAA ILLAA MATAA-’UL GHURUUR ” (Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam sorga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan). (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi).
Dari Abu Huairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : Allah Azza wa Jalla berfirman : “Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah tergores dalam hati manusia. Abu Hurairah berkata : Jika mau bacalah :
“FALAA TA’LAMU NAFSUN MAA UKHFIYA LAHUM MIN QURRATI A’YUNIN JAZAA-AN BIMAA KAA-NUU YA’MALUUN”  (Seseorang tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu yang menyejukkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan). (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi).

17 March 2011

PAHALA SABAR TERHADAP MUSIBAH (BENCANA)




Dari Anas bin Malik, ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Apabila Aku menguji hambaku dengan kedua  kesayangannya lalu ia bersabar maka Aku menggantikannya dengan syurga”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Apabila Aku mengambil kedua kehormatan hambaKu di dunia, maka balasannya di sisiKu adalah syurga . (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi).
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : Allah Ta’ala berfirman : “Tidak ada balasan disisiKu bagi hambaKu yang mu’min apabila aku mematikan kekasihnya dari penghuni dunia dan ia mengharap pahalanya, melainkan syurga”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Tidaklah dua orang Muslim yang tiga orang anaknya yang belum dewasa meninggal dunia melainkan Allah memasukkannya ke syurga sebab anugerah rahmatNya kepada mereka”. Beliau bersabda : “Dikatakan kepada mereka : “Masuklah ke syurga”. Mereka menjawab : “Sehingga orang tua kami masuk (syurga)”. Dia berfirman : “Masuklah kamu ke (syurga) dan orang tuamu”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).
Dari Abu Umamah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Allah Yang Maha Suci berfirman : “Hai anak Adam, jika kamu sabar dan mengharapkan pahala pada kejadian pertama, aku tidak merelakan pahala untukmu selain syurga”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).
Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Apabila anak manusia meninggal maka Allah berfirman kepada MalaikatNya : “Kamu matikan anak hambaKu ?”. Mereka menjawab, “Ya”. Dia berfirman : “Kamu matikan buah hatinya ?” Mereka menjawab : “Ya”. Dia berfirman : “Apakah yang diucapkan oleh hambaKu?” Mereka menjawab : “Memuji dan mengembalikannya kepadaMu (membaca istirja’)”. Allah berfirman : “Bangunlah rumah untuk hambaKu di syurga, dan berilah nama Baitul Hamdi (rumah pujian)”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

16 March 2011

Masuklah kalian ke dalam syurga!

Menurut Hadits Qudsi:

Allah SWT berfirman pada hari kiamat kepada anak-anak: “Masuklah kalian ke dalam syurga!”
Anak-anak itu berkata: “Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami masuk.”
Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah berfirman lagi: “Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian ke dalam surga!”
Mereka menjawab: “Tetapi (bagaimana) orang tua kami?” Allah pun berfirman: “Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian.”
(Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua’ah yang bersumber dari sahabat Nabi SAW)
Istilah “al-wildan” dalam Hadits Qudsi diatas adalah kata jama’, mufradnya (kata tunggalnya) adalah “al-walid”, artinya anak yang baru dilahirkan, iaitu bayi atau anak kecil yang belum akil baligh. Jadi maksudnya ialah anak kecil yang meninggal dunia. Hal itu diterangkan dalam Hadits lain yang diriwayatkan Ibnul-Atsir sebagai berikut:
“Anak kecil (yakni yang meninggal dunia selagi kanak-kanak atau keguguran), masuk syurga.”
Maksud hadits di atas, termasuk salah satu di antara rentetan peristiwa yang terjadi pada Hari Kiamat di Padang Masyar. Gambaran ringkas dari peristiwa-peristiwa itu adalah sebagai berikut:
1. Setiap orang dibangkitkan dari kubur masing-masing
2. Masing-masing digiringkan oleh malaikat Zabaniah ke padang Masyar. Setelah itu mereka dikelilingi oleh haiwan-haiwan dan apa saja yang ada sangkut pautnya dengan mereka. Juga dikelilingi oleh malaikat langit masing-masing tingkatan.
3. Matahari diciptakan kembali dan diletakkan di atas mereka pada jarak satu batu, sehingga mereka selain berdesak-desakan dn berjubel-jubel (kaki diinjak oleh seribu kaki-kaki di atasnya), juga dibakar oleh panasnya matahari, berkeringat, lapar, haus dahaga tidak terperikan seksanya.
4. Ketika mereka mengalami lapar dan haus itulah anak-anak yang tadinya meninggal selagi masih kecil dan dilepas oleh orang tuanya dengan sabar dan tawakal, datang kepada orang tuanya masing-masing dengan membawa segelas air untuk diminum, dan apabila sudah diminum, tidak akan lapar dan dahaga lagi selama di alam Masyar itu. Demikian menurut beberapa Hadits.
5. Mulai hisab dengan menerima buku catatan harian masing-masing yang selama hidupnya dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
6. Dilakukan mizan (penilaian timbangan) terhadap segala macam amalan setiap orang, kecuali orang-orang masuk surga tanpa hisab.
7. Meniti Shirat yang harus dilalui oleh keseluruhan yang ada di padang Masyar itu. Meniti Shirat yang kedua bagi mereka yang telah selamat meniti Shirat yang pertama.
8. Mana-mana yang sudah bersih benar baru diizinkan masuk syurga.
Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada anak-anak (yang tadinya meninggal dunia selagi belum akil baligh) untuk memasuki syurga. Tetapi mereka memohon syafa’at (pertolongan) kepada Allah agar kiranya dapat masuk syurga bersama orang tua mereka. Memang mereka juga penuhi perintah Allah, untuk datang mendekati pintu syurga, tapi masih belum mahu memasukinya, sehingga Allah Yang Maha Mengetahui bertanya lagi: “Mengapa Aku lihat anak-anak itu masih saja belum masuk syurga? Masuklah kalian ke dalam syurga itu”. Pada saat itu mereka mengulangi permohonannya bagi orang tua mereka. “Kami belum mahu masuk, sebelum orang tua kami yang menjadi asal pokok kami, dan ibu-ibu kami yang telah mengandung kami sembilan bulan dan kemudian membesarkan kami masuk juga bersama kami”.
Demikianlah mereka berhenti dekat pintu syurga, menunggu keputusan Allah SWT dengan penuh harapan.
Akhirnya putusan yang dinanti-nantikan itu datang dengan segera, dengan firman Allah Yang Maha Mengetahui: “Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian”.
Penegasan ini oleh Allah kira-kira dimaksudkan untuk menampakkan betapa besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh ridla qada dan qadar Allah, sabar dan puji syukur kehadrat-Nya.

(Sumber: Hadits Qudsi, KH.M. Ali Usman dkk, CV. Diponegoro Bandung, 1984)

15 March 2011

Kurangnya orang mukmin pd hari akhirat





Allah berfirman dalam hadis qudsi sebagai berikut:



"Allah berfirman pada hari kiamat: "Hai Adam! Bangkitlah, siapkanlahsembilan ratus sembilan puluh sembilan keturunanmu (untuk ditempatkan) dalam nerakadan satu (di antara mereka itu akan ditempatkan dalam syurga)." (Ketika Rasulullah menerimanya kemudian menyampaikannya kepada para sahabat), baginda menangis tersedu-sedu, demikian para sahabat lainnya turut menangis lalu baginda bersabda: "Angkatlah kepalamu, Demi Allah Yang Menguasai jiwaku. Dibandingkan dengan umat-umat Nabi lain, umatKu hanyalah bagaikan selembar bulu putih (yang terdapat) pada kulit lembu jantan yang berbulu hitam."
(Hadis qudsi riwayat Tabrani didalam kitab al-Kabir dari Abu Darda' r.a.)
Kelak pada hari kiamat, Allah memanggil Nabi Adam untuk memberitahu sesuatu kepadanya. Segeralah menyambut panggilan itu dan bersiap-siap untuk mentaatinya. Allah memerintahkan kepada baginda untuk mengumpulkan anak cucu keturunannya untuk dipilih. Dari setiap 1000 orang, 999 orang dimasukkan ke dalam neraka dan seorang dimasukkan ke syurga. (semoga kita termasuk kepada golongan yang sedikit ini. Amin).
Ramainya orang yang masuk neraka dan sedikit daripadanya yang masuk ke syurga menurut hadis di atas, dapat kita ramalkan dari sekarang dimana ramai antara manusia tertipu dengan kesenangan dunia yang sekejap cuma kerana menurut hawa nafsu dan hidup melanggar ketetapan agama Allah ini. Ramai pula yang sama ada sedar atau tidak, keluar dari garisan yang dibenarkan. Mereka inilah yang dimaksudkan dan termasuk dalam golongan 99.9% itu.
Di antara mereka yang dimasukkan ke dalam neraka ada yang kekal didalamnya, kerana keingkaran dan kekufurannya. Ada pula di antaranya yang tinggal untuk sementara waktu yang agak lama, sesuai dengan penyelewengan yang telah dilakukannya. Ada pula golongan yang dihukum untuk tinggal di neraka dalam waktu yang pendek sahaja kerana kederhakaan dan kesalahan yang pernah dilakukannya. Setelah habis masa hukumannya, kedua golongan terakhir ini dimasukkan ke dalam syurga.
Allah memerintahkan Nabi Adam untuk mengambil keturunannya yang sedikit itu (0.1%) untuk dibawa dan dimasukkan ke dalam syurga kerana mereka inilah yang benar-benar beriman dan mendapat hidayat, berpendirian tetap, tidak menyeleweng, tegas tidak ragu-ragu dan berjalan betul-betul meniti di atas Sirathal Mustaqim, tidak tegelincir dan tidak melampaui batas.
Kalau kita meneliti lembaran al-Quran, banyak kita dapati perkataan: "Ramai yang sesat……ramai yang fasik" antaranya ialah seperti maksud ayat-ayat al-Quran di bawah:
  1. "…..dan kebanyakan dari mereka, buruk keji amal perbuatannya." (surah Al-Maaidah-66)
  2. "…..sesungguhnya kebanyakan dari mereka sesudah itu, sungguh-sungguh menjadi orang-orang yang melampaui batas (melakukan kerosakan) di muka bumi." (Surah Al-Maaidah-32)
  3. "Dan (ingatlah) sesungguhnya kebanyakan manusia lalai daripada (memerhati dan memikirkan) tanda-tanda kekuasaan Kami!" (Surah Yunus-92)
  4. "Dan sebenarnya banyak di antara manusia, orang-orang yang sungguh ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya." (Surah Ar-Ruum-8)
  5. "Dan jika engkau menurut kebanyakan orang yang ada di muka bumi, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah;" (surah Al-An'aam-116)
Ketika Nabi saw. mendengar sedikitnya orang-orang yang masuk syurga, baginda merasa sedih, lalu menangis. Para sahabat merasa khuatir dan takut kalau-kalau termasuk golongan yang masuk neraka, sehingga mereka pun turut menangis juga.
Menyaksikan betapa sedihnya para sahabat menangis, Nabi saw berkeinginan untuk menghibur mereka dan menyampaikan khabar gembira yang telah dikurniakan dan disampaikan Allah kepada umat baginda. Baginda menyampaikan berita yang menegaskan bahawa ramai di antara umat Muhammad yang mendapat taufik dan hidayat Allah serta berjalan di atas landasanNya.
Sehelai bulu berwarna putih pada kulit lembu hitam itu memang sedikit. Umat Nabi Muhammad saw. itu memang sedikit jika dibandingkan dengan umat-umat yang sesat dan menyeleweng. Selain jumlahnya yang sedikit, umat Nabi Muhammad saw. adalah sebaik-baik umat menurut al-Quran. Sewajibnyalah kita sebagi umat yang baik, berusaha sekuat tenaga untuk sentiasa dapat mempertahankan kedudukan yang mulia ini.
Hadis qudsi di atas diriwayatkan pula oleh Bukhari dalam sahihnya lebih panjang dan luas dari Abu Sa'id al-Khudri r.a. Rasulullah saw. bersabda:
"Allah berfirman pada hari kiamat: "Wahai Adam!" Adam menyahutnya: "Kami sambut panggilanMu wahai Tuhan kami dan demi kebahagiaan yang Engkau curahkan kepada kami." Lalu baginda dipanggil lagi dengan satu panggilan: "Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk memisahkan rombongan keturunanmu untuk untuk dihantar ke dalam neraka." Adam bertanya: "Apakah yang dimaksudkan dengan rombongan ke neraka itu?" Allah menjelaskan: "Ambil dari tiap-tiap seribu, 999 orang." Ketika dilaksanakan perintah itu (terjadilah berbagai peristiwa) seperti orang yang sedang hamil, gugur kandungannya, anak-anak kecil serta merta beruban dan kelihatan orang-orang seakan-akan mabuk tapi sebenarnya mereka tidak mabuk, (hanyalah) gambaran seksaan Allah yang sangat dahsyat (ketika itu). Orang-orang (yang hadir mendengar pada waktu itu) merasa ngeri sehingga berubah pucat warna muka mereka. Lalu Nabi saw. menerangkan: "Diambil dari Ya'juj dan Ma'juj 999 dan dari kamu 1. kalau kamu dibandingkan dengan orang yang sangat ramai itu, ibarat sehelai bulu berwarna hitam yang terdapat pada seekor lembu jantan yang berwarna putih. Sesungguhnya aku mengharapkan agar kamu menempati satu perempat penghuni syurga." Lalu kami semuanya bertakbir tanda gembira. Kemudian baginda menyambung lagi: "Menempati satu pertiga penghuni syurga." Lalu kami bertakbir lagi tanda gembira. Kemudian baginda menyambung lagi: "Menempati separuh penghuni syurga." Maka kami pun bertakbir lagi."
(Hadis riwayat al-Bukhari)
Demikian bunyi hadis itu, semoga kita termasuk golongan yang separuh itu. Amin.
Gambaran seksaan Allah pada hari kiamat seperti yang disebut dalam hadis di atas, seolah-olah sebagai isyarat kepada dua ayat yang disebutkan Allah Surah Al-Haj, seperti berikut:
"Wahai umat manusia, bertakwalah kepada Tuhan kamu! Sesungguhnya gempa hari kiamat itu suatu perkara yang amat besar. Pada hari kamu melihat (peristiwa-peristiwa yang mengerikan) itu, tiap-tiap ibu penyusu akan melupakan anak yang disusukannya dan tiap-tiap perempuan yang mengandung akan gugurkan anak yang dikandungkannya; dan engkau akan melihat manusia mabuk padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, tetapi azab Allah amat berat mengerikan." (Surah Al-Haj-1,2)
syura's Site

14 March 2011

PANGGILAN ALLAH KEPADA PARA HAMBANYA UNTUK MEMOHON (BERDO’A) DAN BERHARAP KEPADANYA


Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Tuhan kami yang Maha Suci dan Maha Tinggi setiap malam turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Dia berfirman : “Barangsiapa yang bermohon kepadaKu maka Aku perkenankan. Barangsiapa yang mohon kepadaKu maka Aku beri, dan barangsiapa yang mohon ampun kepadaKu maka Aku ampuni”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw. bersabda : “Allah setiap malam turun ke langit dunia sampai lewat sepertiga malam yang pertama. Dia berfirman : “Akulah Raja. Akulah Raja. Barangsiapa yang berdo’a kepadaKu, maka Aku memperkenankannya, barangsiapa yang minta kepadaKu maka Aku memberinya. Barangsiapa yang mohon ampun kepadaKu maka Aku mengampuninya”. Dan senantiasa demikian sampai fajar bersinar”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah berfirman : “Wahai anak Adam ( manusia ), sesungguhnya selama kamu berdo’a dan mengaharap kepadaKu, Aku memberi ampuman kepadamu terhadap apa (dosa ) yang ada padamu dan Aku tidak memperdulikannya. Wahai anak Adam seandainya dosamu sampai ke langit kemudian kamu minta ampun kepadaKu maka Aku memberi ampuna kepadamu dan Aku tidak memperdulikannya. Wahai anak Adaml, sesungguhnya apabila kamu datang kepadaKu dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian kamul menjumpai Aku dengan tidak mensekutukan Aku dengan sesuatu niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi”. (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi).
Dari Ali bin Abu Thalib ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Apabila malam nishfu (tg1.15) bulan Sya’ban maka jagalah dimalamnya, puaslah siangnya karena maka jagalah di malamnya, puaslah siangnya karena sesungguhnya pada hari itu Allah turun ke langit dunia mulai terbenam matahari, seraya berfirman : “Tidakkah ada orang yang mohon ampun maka Aku mengampuninya. Tidakkah ada orang yang mohon rizki maka Aku memberi rizki ? Bukannkah ada orang yang dicoha, malka Aku lepaskan ia dari cobaan itu. Bukankah demikian ? Bukankah demikian ? Sampai terbit fajar”. (Hadits ditakhirj oleh Ibnu Majah).