Search This Blog

11 February 2010

47. Muhammad

BismillahirRahmanirRahim
BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani



[1]
Orang-orang yang kafir serta menghalangi (dirinya dan orang lain) dari jalan Allah, Allah sia-siakan segala amal mereka.
[2]
Dan (sebaliknya) orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang soleh serta beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad (s.a.w) - yang ialah kebenaran dari Tuhan mereka, - Allah mengampunkan dosa-dosa mereka, dan menjayakan keadaan mereka (di dunia dan di akhirat).
[3]
Berlakunya yang demikian, kerana sesungguhnya orang-orang yang kafir menurut perkara yang salah, dan sesungguhnya orang-orang yang beriman menurut perkara yang benar dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah menerangkan kepada umat manusia akan sifat dan akibat bawaan mereka masing-masing.
[4]
Dengan yang demikian, apabila kamu berjuang menentang orang-orang kafir (dalam peperangan jihad) maka pancunglah lehernya, sehingga apabila kamu dapat membunuh mereka dengan banyaknya (serta mengalahkannya) maka tawanlah (mana-mana yang hidup) dan ikatlah mereka dengan kukuhnya. Setelah selesai pertempuran itu maka (terserahlah kepada kamu) sama ada hendak memberi kebebasan (kepada orang-orang tawanan itu dengan tiada sebarang penebusnya) atau membebaskan mereka dengan mengambil penebusnya. (Bertindaklah demikian terhadap golongan kafir yang menceroboh) sehinggalah berakhir peperangan jihad itu (dan lenyaplah sebab-sebab yang memimbulkannya). Demikianlah (diperintahkan kamu melakukannya). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentulah Ia membinasakan mereka (dengan tidak payah kamu memeranginya); tetapi Ia (perintahkan kamu berbuat demikian) kerana hendak menguji kesabaran kamu menentang golongan yang kufur ingkar (yang mencerobohi kamu). Dan orang-orang yang telah berjuang serta gugur syahid pada jalan Allah (mempertahankan ugamanya), maka Allah tidak sekali kali akan mensia-siakan amal-amal mereka.
[5]
Allah akan memimpin mereka yang berjuang (ke jalan mendapat sebaik-baik balasan) dan menjadikan keadaan mereka baik dan berguna (di dunia dan di akhirat)
[6]
Serta memasukkan mereka ke dalam Syurga yang telah dijanjikan dan diterangkan sifat-sifatnya kepada mereka.
[7]
Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (ugama) Allah nescaya Allah membela kamu (untuk mencapai kemenangan) dan meneguhkan tapak pendirian kamu.
[8]
Dan (sebaliknya) orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka, dan (Allah) mensia-siakan amal-amal mereka.
[9]
Berlakunya yang demikian, kerana sesungguhnya mereka tidak menyukai apa yang diturunkan oleh Allah (mengenai ajaran tauhid dan hukum-hukum syarak yang diterangkan di dalam Al-Quran), lalu Allah menggugurkan amal-amal mereka.
[10]
Maka tidakkah mereka telah mengembara di muka bumi, serta mereka memerhatikan bagaimana akibat orang-orang kafir yang terdahulu dari mereka? Allah telah menghancurkan orang-orang itu; dan orang-orang kafir (yang menurut jejak mereka) akan beroleh akibat-akibat buruk yang seperti itu.
[11]
Balasan yang demikian, kerana sesungguhnya Allah menjadi Pelindung orang-orang yang beriman, dan sesungguhnya orang-orang yang kafir: tiada sesiapapun yang dapat memberikan perlindungan kepada mereka.
[12]
Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal-amal yang soleh - ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; dan (sebaliknya) orang-orang yang kafir menikmati kesenangan di dunia serta mereka makan minum sebagaimana binatang-binatang ternak makan minum, sedang nerakalah menjadi tempat tinggal mereka.
[13]
Dan bukan sedikit (penduduk) negeri-negeri yang lebih kuat dari (penduduk) negerimu (wahai Muhammad) yang telah memaksamu keluar (berhijrah) - Kami binasakan mereka, maka tiadalah sesiapa pun yang dapat membela mereka.
[14]
Dengan yang demikian, adakah orang orang (yang beriman dan taat) yang keadaannya sentiasa berdasarkan bukti yang nyata dari Tuhannya: sama seperti orang-orang (yang ingkar - derhaka) yang telah diperhiaskan kepadanya (oleh Syaitan) akan kejahatan amalnya (sehingga dipandangnya baik), dan yang telah menurut hawa nafsunya? (Sudah tentu tidak sama)!
[15]
Sifat Syurga yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa (ialah seperti berikut): ada padanya beberapa sungai dari air yang tidak berubah (rasa dan baunya), dan beberapa sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, serta beberapa sungai dari arak yang lazat bagi orang-orang yang meminumnya, dan juga beberapa sungai dari madu yang suci bersih. Dan ada pula untuk mereka di sana segala jenis buah-buahan, serta keredaan dari Tuhan mereka. (Adakah orang-orang yang tinggal kekal di dalam Syurga yang sedemikian itu keadaannya) sama seperti orang-orang yang tinggal kekal di dalam neraka dan diberi minum dari air yang menggelegak sehingga menjadikan isi perut mereka hancur? (Sudah tentu tidak sama)!
[16]
Dan di antara mereka (yang hadir di majlismu wahai Muhammad, ialah orang-orang munafik) yang mendengar ajaranmu (dengan sambil lewa), sehingga apabila mereka keluar dari sisimu berkatalah mereka (secara mengejek-ejek) kepada orang-orang yang diberi ilmu (dari kalangan sahabat-sahabatmu yang setia): “Apa yang dikatakan oleh Muhammad tadi?” Mereka (yang munafik) itu ialah orang-orang yang telah dimeteraikan Allah atas hati mereka, dan ialah orang-orang yang menurut hawa nafsunya.
[17]
Dan (sebaliknya) orang-orang yang menerima petunjuk (ke jalan yang benar), Allah menambahi mereka dengan hidayah petunjuk, serta memberi kepada mereka (dorongan) untuk mereka bertaqwa.
[18]
(Kiranya golongan yang ingkar masih tidak mahu menerima peringatan yang diberi kepadanya) maka tidak ada lagi yang mereka tunggu melainkan saat kiamat yang akan datang kepada mereka secara mengejut, kerana sesungguhnya telah lahirlah tanda-tanda kedatangannya. Kalaulah demikian, maka bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan yang diberi kepada mereka - apabila saat kiamat itu datang kepada mereka?
[19]
Oleh itu, maka tetapkanlah pengetahuanmu dan keyakinanmu (wahai Muhammad) bahawa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan mintalah ampun kepadaNya bagi salah silap yang engkau lakukan, dan bagi dosa-dosa orang-orang yang beriman - lelaki dan perempuan; dan (ingatlah), Allah mengetahui akan keadaan gerak-geri kamu (di dunia) dan keadaan penetapan kamu (di akhirat).
[20]
Dan (kerana gemarkan pahala berjuang menegakkan Islam) orang-orang yang beriman berkata: “Alangkah baiknya sekiranya diturunkan satu surah (dari Al-Quran, yang memerintahkan kami berjuang)?” Maka apabila diturunkan satu surah (dari Al-Quran) yang tegas keterangannya dan tersebut padanya hukum-hukum yang mewajibkan perang Jihad (menentang pencerobohan musuh), sudah tentu engkau akan melihat orang-orang yang ada penyakit (kufur) dalam hatinya memandang kepadamu dengan terbeliak matanya kerana gerun takut menghadapi mati; dengan yang demikian, maka kebinasaanlah lebih hampir kepada mereka.
[21]
(Mereka selalu berkata: “Pendirian kami) mematuhi perintah dan memperkatakan perkataan yang baik (yang diredhai Allah)”. Dalam pada itu, apabila perkara (peperangan Jihad) itu ditetapkan wajibnya, (mereka tidak menyukainya); maka kalaulah mereka bersifat jujur kepada Allah (dengan mematuhi perintahNya), tentulah yang demikian itu amat baik bagi mereka.
[22]
(Kalau kamu tidak mematuhi perintah) maka tidakkah kamu harus dibimbang dan dikhuatirkan - jika kamu dapat memegang kuasa - kamu akan melakukan kerosakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan silaturrahim dengan kaum kerabat?
[23]
(Orang-orang yang melakukan perkara yang tersebut) merekalah yang dilaknat oleh Allah serta ditulikan pendengaran mereka, dan dibutakan penglihatannya
[24]
(Setelah diterangkan yang demikian) maka adakah mereka sengaja tidak berusaha memahami serta memikirkan isi Al-Quran? Atau telah ada di atas hati mereka kunci penutup (yang menghalangnya daripada menerima ajaran Al-Quran)?
[25]
Sesungguhnya orang-orang yang telah berbalik kepada keingkaran mereka sesudah terang nyata kepada mereka kebenaran petunjuk (yang dikemukakan kepadanya), Syaitanlah yang memperdayakan mereka (berlaku demikian), serta memanjangkan angan-angan mereka.
[26]
Berlakunya yang demikian ialah: kerana mereka berkata kepada orang-orang yang tidak menyukai perkara yang diturunkan oleh Allah: “Kami akan patuh kepada kamu pada setengah perkara (yang berhubung dengan menentang Muhammad dan pengikutnya) itu”; sedang Allah mengetahui segala (perkataan dan perbuatan) yang mereka sembunyikan.
[27]
(Kalaulah mereka terlepas sekarang dari bencana kejahatan mereka) maka bagaimanakah (mereka dapat menolak azab seksa) apabila malaikat mengambil nyawa mereka sambil memukul muka dan punggung mereka?
[28]
(Kematian mereka dalam keadaan yang buruk) itu, kerana mereka menurut (serta melakukan) perkara-perkara yang menyebabkan kemurkaan Allah, dan mereka pula membenci perkara-perkara yang diredhaiNya; oleh itu, Allah gugurkan amal-amal mereka (yang baik, yang pernah mereka lakukan).
[29]
Patutkah orang-orang (munafik) yang ada penyakit (syak, ragu-ragu) dalam hatinya: menyangka bahawa Allah tidak sekali-kali akan mendedahkan perasaan dendam dan hasad dengki mereka (terhadap Nabi Muhammad s.a.w dan umatnya)?
[30]
Dan sekiranya Kami kehendaki, tentulah Kami akan memperkenalkan mereka kepadamu (wahai Muhammad), lalu engkau tetap mengenalinya dengan tanda-tanda (yang menjadi sifat) mereka; dan demi sesungguhnya, engkau akan mengenali mereka dari gaya dan tutur katanya. Dan (ingatlah kamu masing-masing), Allah mengetahui segala yang kamu lakukan.
[31]
Dan demi sesungguhnya! Kami tetap menguji kamu (wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang berjuang dari kalangan kamu dan orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah Kami); dan (sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar atau tidaknya) berita-berita tentang keadaan kamu.
[32]
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (dirinya dan orang lain) dari jalan Allah, serta mereka memusuhi Rasul Allah setelah ternyata kepada mereka kebenaran petunjuk (yang dibawanya), mereka tidak sekali-kali akan dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun, dan (sebaliknya) Allah akan menghampakan perbuatan dan amal-amal mereka.
[33]
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul Allah, dan janganlah kamu batalkan amal-amal kamu!
[34]
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (dirinya dan orang lain) dari jalan Allah, kemudian mereka mati dengan keadaan kafirnya, maka Allah tidak sekali-kali akan mengampunkan mereka.
[35]
(Apabila kamu telah mengetahui bahawa orang-orang kafir itu dihampakan amalnya dan diseksa oleh Allah) maka janganlah kamu (wahai orang-orang yang beriman) merasa lemah dan mengajak (musuh yang menceroboh) untuk berdamai, padahal kamulah orang-orang yang tertinggi keadaannya, lagi pula Allah bersama-sama kamu (untuk membela kamu mencapai kemenangan), dan Ia tidak sekali-kali akan mengurangi (pahala) amal-amal kamu.
[36]
(Ingatlah) bahawa kehidupan dunia (yang tidak berdasarkan iman dan taqwa) hanyalah ibarat permainan dan hiburan; dan jika kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan kamu pahala amal kamu, dan Ia tidak meminta kepada kamu harta benda kamu (melainkan untuk memberikan kamu barang yang lebih baik daripadanya).
[37]
(Tabiat kamu wahai manusia) jika Tuhan meminta kepada kamu harta benda kamu serta mendesak kamu memberikanNya, nescaya kamu akan berlaku bakhil kedekut, dan kebakhilan itu akan melahirkan kemarahan dan kebencian kamu.
[38]
(Ingatlah), kamu ini adalah orang-orang yang bertabiat demikian - kamu diseru supaya menderma dan membelanjakan sedikit dari harta benda kamu pada jalan Allah, maka ada di antara kamu yang berlaku bakhil, padahal sesiapa yang berlaku bakhil maka sesungguhnya ia hanyalah berlaku bakhil kepada dirinya sendiri. Dan (ingatlah) Allah Maha kaya (tidak berhajat kepada sesuatupun), sedang kamu semua orang-orang miskin (yang sentiasa berhajat kepadaNya dalam segala hal). Dan jika kamu berpaling (daripada beriman, bertaqwa dan berderma) Ia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain; setelah itu mereka tidak akan berkeadaan seperti kamu.

Tags: ,

48. Al-Fat-h

BismillahirRahmanirRahim
BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani



[1]
Sesungguhnya Kami telah membuka bagi perjuanganmu (wahai Muhammad) satu jalan kemenangan yang jelas nyata,
[2]
Kemenangan yang dengan sebabnya Allah mengampunkan salah dan silapmu yang telah lalu dan yang terkemudian, dan menyempurnakan nikmatNya kepadamu, serta menambahkanmu hidayah ke jalan yang lurus (dalam mengembangkan Islam dan melaksanakan hukum-hukumnya).
[3]
Dan dengan sebabnya Allah memberikanmu pertolongan (untuk mencapai kejayaan) dengan sepunuh-penuh dan sehandal-handal pertolongan (yang tidak ada bandingannya).
[4]
(Tuhan yang membuka jalan kemenangan itu) Dia lah yang menurunkan semangat tenang tenteram ke dalam hati orang-orang yang beriman (semasa mereka meradang terhadap angkara musuh) supaya mereka bertambah iman dan yakin beserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada; pada hal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka); dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
[5]
(Allah melakukan yang demikian) supaya ia memasukkan orang-orang yang beriman - lelaki dan perempuan - ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; dengan keadaan kekal mereka di dalamnya, serta menghapuskan dosa-dosa mereka; dan adalah yang demikian itu pada sisi Allah merupakan kejayaan yang besar (untuk mereka);
[6]
Dan supaya Ia menyeksa orang-orang munafik - lelaki dan perempuan, dan orang-orang musyrik - lelaki dan perempuan, yang menyangka terhadap Allah dengan sangkaan yang buruk (bahawa Ia akan mengecewakan RasulNya). Atas merekalah tertimpanya bala bencana yang dibawa oleh peredaran zaman; dan (selain itu) Allah murkai mereka dan melaknatkan mereka serta menyediakan untuk mereka neraka Jahannam; sedang neraka Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
[7]
Dan Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menyeksa orang-orang yang derhaka); dan Allah adalah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
[8]
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (wahai Muhammad) sebagai Rasul yang menjadi saksi (yang diterima keterangannya), dan sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman), serta pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar).
[9]
(Kami mengutusmu wahai Muhammad) supaya engkau dan umatmu beriman kepada Allah dan RasulNya, dan supaya kamu kuatkan ugamaNya serta memuliakanNya, dan supaya kamu beribadat kepadaNya pada waktu pagi dan petang.
[10]
Sesungguhnya orang-orang yang memberi pengakuan taat setia kepadamu (wahai Muhammad - untuk berjuang menentang musuh), mereka hanyasanya memberikan pengakuan taat setia kepada Allah; Allah mengawasi keadaan mereka memberikan taat setia itu (untuk membalasnya). Oleh itu, sesiapa yang tidak menyempurnakan janji setianya maka bahaya tidak menyempurnakan itu hanya menimpa dirinya; dan sesiapa yang menyempurnakan apa yang telah dijanjikannya kepada Allah, maka Allah akan memberi kepadanya pahala yang besar.
[11]
Orang-orang “A’raab” (kaum Arab Badwi) yang ketinggalan tidak turut (bersama-sama denganmu ke Hudaibiyah), akan berkata kepadamu (wahai Muhammad): “Kami telah dihalangi oleh urusan menjaga keselamatan harta benda dan anak isteri kami; oleh itu, pohonkanlah ampun kepada Allah untuk kami”. Mereka berkata dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah (wahai Muhammad: “Jika demikian sebab ketinggalan kamu) maka adakah sesiapa yang berkuasa mempertahankan kamu daripada terkena atau menerima sesuatu ketetapan dari Allah jika Ia tetapkan kamu ditimpa bahaya atau beroleh manfaat? (Tidak ada sesiapapun, dan apa yang kamu katakan itu bukanlah menjadi sebab) bahkan Allah adalah Maha Mendalam pengetahuanNya tentang sebab ketinggalan yang kamu lakukan itu (dan Ia akan membalasnya).
[12]
“(Itu bukanlah sebabnya) bahkan sebabnya kamu telah menyangka bahawa Rasulullah dan orang-orang yang beriman (yang pergi berperang akan binasa semuanya dan) tidak akan kembali lagi kepada akan isteri dan keluarga masing-masing selama-lamanya; dan sangkaan yang demikian itu diperelokkan (oleh Syaitan) di dalam hati kamu (serta menerimanya); dan lagi kamu telah menyangka berbagai-bagai sangkaan yang buruk (terhadap ugama Allah yang dibawa oleh RasulNya); dan (dengan itu) menjadilah kamu kaum yang rosak binasa”.
[13]
Dan (ingatlah bahawa) sesiapa yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Kami sediakan bagi orang-orang kafir itu api neraka yang menjulang-julang.
[14]
Dan (ingatlah juga bahawa) kuasa pemerintahan langit dan bumi adalah hak kepunyaan Allah, Ia berkuasa mengampunkan sesiapa yang dikehendakiNya, dan Ia juga berkuasa menyeksa sesiapa yang dikehendakiNya; dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
[15]
Orang-orang (munafik) yang tidak turut berjuang (bersama-sama kamu) akan berkata semasa kamu pergi (mengepong musuh serta) mendapat harta rampasan perang: Biarkanlah kami turut serta dengan kamu!” Mereka (dengan itu) hendak mengubah janji Allah (yang menentukan hanya orang-orang yang turut hadir di Hudaibiyah sahaja yang berhak mendapat harta rampasan perang itu). Katakanlah (wahai Muhammad): “Kamu tidak dibenarkan sama sekali turut serta dengan kami; demikianlah Allah menegaskan (larangan itu) semenjak dahulu lagi”. Mereka akan berkata pula: “(Bukan Tuhan yang melarang) bahkan kamu dengki kepada kami”, (apa yang mereka katakan itu tidaklah benar), bahkan mereka tidak faham kecuali sedikit sahaja; (mereka hanya faham tentang kehidupan dan kesenangan dunia semata-mata).
[16]
Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang yang tidak turut berjuang (bersama-samamu) dari kalangan kaum-kaum Arab Badwi: “Kamu akan diajak menentang satu kaum (penceroboh) yang sangat kuat gagah supaya kamu memeranginya, atau mereka menurut perintah Islam (secara damai). Jika kamu taat (menjalankan perintah Allah ini), Allah akan mengurniakan kamu dengan balasan yang baik (di dunia dan akhirat), dan kalau kamu berpaling ingkar seperti keingkaran dahulu, nescaya Allah akan menyeksa kamu dengan azab yang tidak terperi sakitnya”.
[17]
Tidaklah menjadi salah kepada orang buta, dan tidaklah menjadi salah kepada orang tempang, dan tidaklah menjadi salah kepada orang sakit (tidak turut berperang, kerana masing-masing ada uzurnya). Dan (ingatlah), sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, akan dimasukkanNya ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; dan sesiapa yang berpaling ingkar, akan diseksaNya dengan azab yang tidak terperi sakitnya.
[18]
Demi sesungguhnya! Allah reda akan orang-orang yang beriman, ketika mereka memberikan pengakuan taat setia kepadamu (wahai Muhammad) di bawah naungan pohon (yang termaklum di Hudaibiyah); maka (dengan itu) ternyata apa yang sedia diketahuiNya tentang (kebenaran iman dan taat setia) yang ada dalam hati mereka, lalu Ia menurunkan semangat tenang tenteram kepada mereka, dan membalas mereka dengan kemenangan yang dekat masa datangnya;
[19]
Dan juga dengan banyak harta rampasan perang, yang mereka akan dapat mengambilnya. Dan (ingatlah), Allah adalah Maha kuasa, lagi Maha Bijaksana.
[20]
(Sebagai memuliakan orang-orang yang memberi pengakuan taat setianya di Hudaibiyah, Tuhan menujukan firmannya kepada mereka): Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang kamu akan mengambilnya, lalu Ia menyegerakan untuk kamu harta rampasan perang ini, serta Ia telah menahan tangan manusia (pihak musuh di situ) daripada menyerang kamu; (Allah melakukan yang demikian supaya kamu beroleh manfaat) dan supaya menjadi tanda (yang membuktikan kebenaran janjiNya) bagi orang-orang yang beriman, dan juga supaya Ia menambahkan kamu hidayah ke jalan yang lurus.
[21]
Dan ada lagi harta rampasan lain yang kamu belum dapat menguasainya, (tetapi) Allah telah memelihara harta itu dengan kekuasaanNya (untuk kamu mendapatnya); dan (ingatlah), Allah adalah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
[22]
Dan sekiranya orang-orang kafir (dari penduduk Makkah) itu memerangi kamu (di Hudaibiyah), tentulah mereka akan berpaling melarikan diri dengan kekalahan; kemudian mereka tidak akan beroleh sesiapapun yang menjadi pelindung atau memberikan pertolongan.
[23]
(Kekalahan orang-orang yang menentang Rasul Allah sudah tetap menurut) “Sunnatullah” (peraturan Allah) yang telah berlaku semenjak dahulu lagi; dan engkau tidak akan mendapati sebarang perubahan bagi cara dan peraturan Allah itu.
[24]
Dan Dia lah yang telah menahan tangan mereka (yang musyrik) daripada melakukan perkara yang buruk terhadap kamu, dan tangan kamu daripada berbuat demikian kepada mereka di kawasan Makkah, sesudah Ia menjadikan kamu dapat menewaskan mereka. Dan (ingatlah), Allah adalah Maha Melihat akan segala yang kamu kerjakan.
[25]
Mereka itulah orang-orang yang kafir dan menghalang kamu daripada masuk ke masjid Al-Haraam (Makkah Al-Mukarramah) serta (menyebabkan) binatang-binatang korban (yang kamu bawa): tertahan dari sampai ke tempat sembelihannya. Dan kalaulah tidak kerana kemungkinan kamu akan melakukan pembunuhan yang tidak sengaja terhadap beberapa orang yang beriman, lelaki dan perempuan, yang ada di antara orang-orang kafir itu, pada hal kamu tidak mengetahui mereka beriman, yang akibatnya kamu akan menanggung kesusahan dan dukacita disebabkan pembunuhan mereka, - (tentulah diizinkan kamu menyerang kaum musyrik yang mengancam kamu itu). (Tetapi tidak diizinkan) kerana Allah hendak memasukkan sesiapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya. Kalaulah mereka (penduduk Makkah - yang beriman dan yang musyrik) itu berpisahan (di antara satu puak dengan yang lain), tentulah Kami menyeksa orang-orang yang kafir dari mereka dengan seksa (di dunia) yang tidak terperi sakitnya.
[26]
(Ingatlah dan kenangkanlah ihsan Tuhan kepada kamu) ketika orang-orang yang kafir itu menimbulkan perasaan sombong angkuh yang ada dalam hati mereka (terhadap kebenaran Islam) - perasaan sombong angkuh secara Jahiliyah (yang menyebabkan kamu panas hati dan terharu), lalu Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman (sehingga tercapailah perdamaian), serta meminta mereka tetap berpegang kepada “Kalimah Taqwa”, sedang mereka (di sisi Allah) adalah orang-orang yang sangat berhak dengan “kalimah Taqwa” itu serta menjadi ahlinya. Dan (ingatlah), Allah adalah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
[27]
Demi sesungguhnya! Allah tetap menyatakan benar RasulNya dalam perkara mimpi itu dengan kenyataan yang sebenar; iaitu sesungguhnya kamu tetap akan memasuki Masjid Al-Haraam - insya Allah (pada masa yang ditentukanNya) - dalam keadaan aman (menyempurnakan ibadat umrah kamu) dengan mencukur kepala kamu, dan kalau (tidak pun) menggunting sedikit rambutnya, serta kamu tidak merasa takut (akan pengkhianatan musuh sehingga kamu keluar balik dari situ). (Allah mengangguhkan berlakunya kenyataan itu) kerana Ia mengetahui (adanya feadah dalam penangguhan itu) yang kamu tidak mengetahuinya; maka Ia menyediakan sebelum (terlaksananya mimpi) itu, satu kemenangan yang dekat (masa berlakunnya).
[28]
(Allah yang menyatakan itu) Dia lah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad, s.a.w) dengan membawa hidayah petunjuk dan ugama yang benar (ugama Islam), supaya Dia memenangkannya dan meninggikannya atas segala bawaan ugama yang lain; dan cukuplah Allah menjadi Saksi (tentang kebenaran apa yang dibawa oleh RasulNya itu).
[29]
Nabi Muhammad (s.a.w) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang soleh) terdapat muka mereka - dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikianlah sifat mereka yang tersebut di dalam Kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam Kitab Injil pula ialah: (bahawa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat, lalu ia tegap berdiri di atas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengkagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan sahabat-sahabat Nabi Muhammad, s.a.w dan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) kerana Ia hendak menjadikan orang-orang kafir merana dengan perasaan marah dan hasad dengki - dengan kembang biaknya umat Islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.

Tags: ,

49. Al-Hujurat

BismillahirRahmanirRahim
BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani



[1]
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara) sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan RasulNya; dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
[2]
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengangkat suara kamu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu menyaringkan suara (dengan lantang) semasa bercakap dengannya sebagaimana setengah kamu menyaringkan suaranya semasa bercakap dengan setengahnya yang lain. (Larangan yang demikian) supaya amal-amal kamu tidak hapus pahalanya, sedang kamu tidak menyedarinya.
[3]
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya semasa mereka berada di sisi Rasulullah (s.a.w), - merekalah orang-orang yang telah dibersihkan Allah hati mereka untuk bertaqwa; mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar.
[4]
Sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu dari luar bilik-bilik (tempat ahlimu, wahai Muhammad), kebanyakan mereka tidak mengerti (adab dan tata tertib).
[5]
Dan kalaulah mereka bersabar menunggu sehingga engkau keluar menemui mereka, tentulah cara yang demikian lebih baik bagi mereka; dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
[6]
Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini - dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) - sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.
[7]
Dan ketahuilah! Bahawasanya dalam kalangan kamu ada Rasulullah (maka janganlah kemahuan atau pendapat kamu mendahului pentadbirannya); kalaulah ia menurut kehendak kamu dalam kebanyakan perkara, tentulah kamu akan mengalami kesukaran; akan tetapi (Rasulullah tidak menurut melainkan perkara yang diwahyukan kepadanya, dan kamu wahai orang-orang yang beriman hendaklah bersyukur kerana) Allah menjadikan iman suatu perkara yang kamu cintai serta di perhiaskannya dalam hati kamu, dan menjadikan kekufuran dan perbuatan fasik serta perbuatan derhaka itu: perkara-perkara yang kamu benci; mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang tetap menurut jalan yang lurus; -
[8]
(Mereka dijadikan berkeadaan demikian) sebagai limpah kurnia dan nikmat pemberian dari Allah; dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
[9]
Dan jika dua puak dari orang-orang yang beriman berperang, maka damaikanlah di antara keduanya; jika salah satunya berlaku zalim terhadap yang lain, maka lawanlah puak yang zalim itu sehingga ia kembali mematuhi perintah Allah; jika ia kembali patuh maka damaikanlah di antara keduanya dengan adil (menurut hukum Allah), serta berlaku adillah kamu (dalam segala perkara); sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berlaku adil.
[10]
Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu; dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat.
[11]
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain; dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah ia beriman. Dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim.
[12]
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang; dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani.
[13]
Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).
[14]
Orang-orang ” A’raab” berkata: ” Kami telah beriman”. Katakanlah (wahai Muhammad): “Kamu belum beriman, (janganlah berkata demikian), tetapi sementara iman belum lagi meresap masuk ke dalam hati kamu berkatalah sahaja: ` kami telah Islam ‘. Dan (ingatlah), jika kamu taat kepada Allah RasulNya (zahir dan batin), Allah tidak akan mengurangkan sedikitpun dari pahala amal-amal kamu, kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”.
[15]
Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka (terus percaya dengan) tidak ragu-ragu lagi, serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah; mereka itulah orang-orang yang benar (pengakuan imannya).
[16]
Katakanlah (kepada orang-orang “A’raab” itu wahai Muhammad): “Patutkah kamu hendak memberitahu kepada Allah tentang ugama kamu (dengan berkata: ` kami telah beriman ‘)? Padahal Allah mengetahui segala yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu”.
[17]
Mereka mengira dirinya berbudi kepadamu (wahai Muhammad) dengan sebab mereka telah Islam (tidak melawan dan tidak menentang). Katakanlah (kepada mereka): “Janganlah kamu mengira keislaman kamu itu sebagai budi kepadaku, bahkan (kalaulah sah dakwaan kamu itu sekalipun maka) Allah jualah yang berhak membangkit-bangkitkan budiNya kepada kamu, kerana Dia lah yang memimpin kamu kepada iman (yang kamu dakwakan itu), kalau betul kamu orang-orang yang benar (pengakuan imannya).
[18]
“Sesungguhnya Allah mengetahui segala rahsia langit dan bumi, dan Allah Maha Melihat akan segala yang kamu kerjakan”.

Tags: ,

10 February 2010

50. Qaf

BismillahirRahmanirRahim
BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani



[1]
Qaaf. Demi Al-Quran yang melimpah-limpah kemuliaan dan kebaikannya (bahawa sesungguhnya Muhammad adalah Rasul yang diutus memberi peringatan dan amaran).
[2]
(Kaum musyrik Makkah bukan sahaja mengingkari kerasulannya) bahkan mereka merasa hairan kerana datang kepada mereka, dari kalangan mereka sendiri, seorang Rasul pemberi peringatan dan amaran (mengenai perkara hidup semula sesudah mati); lalu orang-orang yang kafir itu berkata: “Ini adalah satu perkara yang menakjubkan!
[3]
“Adakah (kita akan kembali hidup) sesudah kita mati dan menjadi tanah? Itu adalah cara kembali yang jauh (dari kemungkinan, kerana jasad yang telah hancur tidak dapat diketahui lagi)”.
[4]
(Apa yang mereka katakan itu tidaklah benar, kerana) Kami sedia mengetahui apa yang dimakan oleh bumi sedikit demi sedikit dari (tubuh orang mati) mereka, serta ada di sisi Kami sebuah Kitab yang menyimpan (catitan segala perkara yang berlaku).
[5]
(Mereka tidak mahu berfikir betul) bahkan mereka (terburu-buru) mendustakan kebenaran apabila sahaja sampainya kepada mereka; oleh sebab itu, mereka berada dalam keadaan yang serba kacau.
[6]
(Kalaulah mereka menyangka Kami tidak berkuasa mengembalikan mereka hidup semula) maka tidakkah mereka memandang ke langit yang ada di sebelah atas mereka (dengan tidak bertiang) bagaimana Kami membinanya (dengan rapi) serta Kami menghiasinya (dengan bintang-bintang), dan dengan keadaan tidak ada padanya retak-renggang? -
[7]
Dan juga (keadaan) bumi ini, (bagaimana) Kami bentangkan dia sebagai hamparan, dan Kami letakkan padanya gunung-ganang yang terdiri kukuh, serta Kami tumbuhkan padanya pelbagai jenis tanaman yang indah subur?
[8]
(Kami adakan semuanya itu) untuk menjadi perhatian dan peringatan, (yang menunjukkan jalan kebenaran), kepada tiap-tiap seorang hamba Allah yang mahu kembali kepadaNya (dengan taat dan berbakti).
[9]
Dan juga Kami telah menurunkan dari langit air (hujan) yang banyak faedahnya, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pokok-pokok tanaman (buah-buahan) dan biji-bijian yang dituai;
[10]
Serta pohon-pohon kurma yang tinggi menjulang, yang mengeluarkan mayang, berlapis-lapis, lagi lebat putiknya;
[11]
(Semuanya itu) sebagai rezeki bagi hamba-hamba Kami. Dan lagi Kami telah hidupkan dengan air itu bumi yang mati; demikianlah pula keadaan keluarnya (orang-orang yang mati dari kubur setelah dibangkitkan hidup semula).
[12]
Sebelum mereka (yang menentang Nabi Muhammad) itu - kaum Nabi Nuh, dan “Ashaabur-Rassi” serta Thamud (kaum Nabi Soleh), telah juga mendustakan Rasul masing-masing,
[13]
Dan juga Aad (kaum Nabi Hud), dan Firaun, serta kaum Nabi Lut,
[14]
Dan juga penduduk “Aikah”, serta kaum ” Tubba’ “; tiap-tiap satu kaum itu telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepadanya), lalu mereka ditimpa azab yang Aku janjikan.
[15]
(Setelah mereka melihat dan memerhatikan makhluk-makhluk yang Kami ciptakan itu) maka adakah Kami telah lemah dengan ciptaan yang pertama itu (sehingga Kami tidak dapat mengadakannya semula? Tidak! Dan merekapun tidak mengingkari kekuasaan Kami). Bahkan mereka berada dalam keadaan keliru dan ragu-ragu tentang ciptaan makhluk-makhluk (hidup semula) dalam bentuk yang baharu.
[16]
Dan demi sesungguhnya, Kami telah mencipta manusia dan Kami sedia mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, sedang (pengetahuan) Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
[17]
Semasa dua malaikat (yang mengawal dan menjaganya) menerima dan menulis segala perkataan dan perbuatannya; yang satu duduk di sebelah kanannya, dan yang satu lagi di sebelah kirinya.
[18]
Tidak ada sebarang perkataan yang dilafazkannya (atau perbuatan yang dilakukannya) melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang sentiasa sedia (menerima dan menulisnya).
[19]
Dan (apabila sampai ajal seseorang) datanglah “Sakaratulmuat” membawa kebenaran (yang telah dijanjikan, serta dikatakan kepada yang mengingkarinya sebelum itu): “Inilah perkara yang engkau selalu mengelak diri daripadanya!”
[20]
Dan lagi (apabila sampai saat yang ditentukan) ditiuplah sangkakala (untuk menghidupkan semula makhluk-makhluk yang telah mati); saat itu ialah hari berlakunya amaran yang telah diberikan.
[21]
Dan (setelah itu) datanglah tiap-tiap orang (ke Padang Mahsyar), disertai (dua malaikat: yang satu menjadi) pembawa, dan (yang satu lagi menjadi) saksi;
[22]
(Serta dikatakan kepadanya): “Demi sesungguhnya! Engkau di dunia dahulu berada dalam keadaan lalai tentang (perkara hari) ini, maka kami hapuskan kelalaian yang menyelubungimu itu, lalu pandanganmu pada hari ini menjadi tajam (dapat menyaksikan dengan jelasnya perkara-perkara hari akhirat)”.
[23]
Dan berkatalah malaikat yang sentiasa ada bersama-samanya: “Inilah (Kitab catitan iman dan amal) orang yang terletak dalam jagaanku, siap sedia (untuk dibicarakan)”.
[24]
(Setelah tiap-tiap orang dibicarakan, Allah berfirman kepada kedua malaikat yang menjadi pembawa dan saksi itu): “Humbankanlah oleh kamu berdua, ke dalam neraka Jahannam tiap-tiap orang yang tetap degil dalam kekufurannya; -
[25]
“Yang sering menghalangi jenis kebajikan, yang melanggar hukum ugama, lagi yang meragukan kebenaran,
[26]
“Yang menyembah benda yang lain bersama-sama Allah; maka humbankanlah oleh kamu berdua akan dia ke dalam azab seksa yang seberat-beratnya”.
[27]
(Semasa ia dihumbankan ke dalam neraka Jahannam, ia mendakwa bahawa Syaitanlah yang menjadikan dia sesat; pada saat itu) Syaitan yang sentiasa menyertainya (di dunia dahulu) berkata: “Wahai Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi sememangnya dia sendiri berada di dalam kesesatan yang jauh terpesong”.
[28]
Allah berfirman: “Janganlah kamu berbalah lagi di hadapanKu, (tidak ada gunanya berbalah pada masa Aku membuat keputusan); padahal (kamu sedia mengetahui bahawa) Aku dahulu telah memberi amaran kepada kamu (akan menyeksa orang-orang yang bersalah).
[29]
“KeputusanKu itu tidak dapat diubah atau ditukar ganti, dan Aku tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hambaKu”.
[30]
(Peringatkanlah manusia) akan hari Kami bertanya kepada neraka Jahannam: “Adakah engkau sudah penuh? ” Ia menjawab: “Adakah lagi sebarang tambahan?”
[31]
Dan (ingatkanlah pula hari) didekatkan Syurga bagi orang-orang yang bertaqwa, di tempat yang tidak jauh (dari mereka).
[32]
(Serta dikatakan kepada mereka): “Inilah yang dijanjikan kepada kamu, - kepada tiap-tiap hamba yang sentiasa kembali (kepada Allah dengan mengerjakan ibadat), lagi yang sangat memelihara dengan sebaik-baiknya (segala hukum dan peraturan Allah);
[33]
“(Iaitu) orang yang takut (melanggar perintah Allah) Yang Maha Pemurah, semasa tidak dilihat orang dan semasa ia tidak melihat azab Allah, serta ia datang (kepada Allah) dengan hati yang tunduk taat”.
[34]
(Mereka dipersilakan oleh malaikat dengan berkata): “Masuklah kamu ke dalam Syurga dengan selamat sejahtera; hari ini ialah hari (bermulanya) kehidupan yang kekal”.
[35]
Mereka beroleh apa yang mereka kehendaki di situ, dan di sisi Kami ada lagi tambahan (limpah kurnia yang tidak terlintas di hati mereka).
[36]
Dan berapa banyak kaum-kaum (yang ingkar) yang terdahulu daripada orang-orang musyrik Makkah itu Kami telah binasakan. Kaum-kaum itu lebih kekuatannya (dan kehandalannya) daripada mereka, lalu kaum-kaum itu keluar mencari perlindungan di merata-rata negeri. (Meskipun demikian keadaannya) dapatkah (mereka) menyelamatkan diri?
[37]
Sesungguhnya (keterangan-keterangan dan peristiwa-peristiwa) yang tersebut itu, tidak syak lagi mengandungi pengajaran bagi sesiapa yang mempunyai hati (yang sedar pada masa membacanya), atau yang menggunakan pendengarannya dengan bersungguh-sungguh (kepada pengajaran itu) dengan menumpukan hati dan fikiran kepadanya.
[38]
Dan demi sesungguhnya! Kami telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak mengalami sebarang susah payah.
[39]
Oleh itu bersabarlah (wahai Muhammad) akan apa yang dikatakan oleh mereka (yang menentangmu itu), dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu (terutama) sebelum terbit matahari dan sebelum matahari terbenam.
[40]
Serta bertasbihlah kepadaNya pada malam hari dan sesudah mengerjakan sembahyang.
[41]
Dan dengarlah (apa yang diterangkan kepadamu sekarang ini mengenai hari kiamat), hari (malaikat yang menjadi) penyeru, menyeru (makhluk-makhluk yang telah mati) dari tempat yang dekat yang dapat didengar oleh semuanya),
[42]
Iaitu hari mereka mendengar pekikan seruan yang menyatakan perkara yang benar; hari seruan itu ialah hari masing-masing keluar dari kubur.
[43]
Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan, dan kepada Kamilah sahaja tempat kembali (sekalian makhluk).
[44]
Pada hari bumi terbelah-belah untuk mereka segera keluar (daripadanya). Perbuatan (menghidupkan dan) menghimpunkan mereka di Padang Mahsyar itu, mudah bagi Kami melaksanakannya.
[45]
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan (dari berbagai tuduhan terhadapmu wahai Muhammad), dan engkau bukanlah seorang yang berkuasa memaksa mereka (supaya masing-masing beriman). Oleh itu, berilah peringatan dengan Al-Quran ini kepada orang yang takutkan janji azabKu.

Tags: ,

51. Az-Zariyat

BismillahirRahmanirRahim
BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani



[1]
Demi angin yang menerbang dan menaburkan (debu, biji-bijian benih, dan lain-lainnya), dengan penerbangan dan penaburan yang sesungguh-sungguhnya, -
[2]
Dan awan yang membawa dan mengangkut muatannya (ke tempat yang dikehendaki), -
[3]
Dan kapal-kapal yang belayar laju dengan kemudahan yang diberikan kepadanya, -
[4]
Dan malaikat-malaikat yang membahagi-bahagikan segala perkara yang mereka ditugaskan membahagikannya;
[5]
(Sumpah demi sumpah) bahawa sesungguhnya segala yang dijanjikan kepada kamu (mengenai hari akhirat) tetap benar;
[6]
Dan bahawa sesungguhnya balasan amal, tetap berlaku.
[7]
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang berbagai bentuk keadaannya,
[8]
Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan berlainan pendapat (mengenai ugama yang dibawa oleh Nabi Muhammad, s.a.w).
[9]
Dipalingkan daripada (perselisihan) itu orang-orang yang telah dipalingkan Allah (dengan sebab keikhlasannya mencari kebenaran).
[10]
Binasalah orang-orang yang sentiasa mengeluarkan pendapat dengan cara agak-agak sahaja,
[11]
(Iaitu) orang-orang yang tenggelam alam kejahilan, serta lalaikan (hari pembalasan).
[12]
Mereka bertanya (secara mengejek): “Bilakah datangnya hari pembalasan itu?”
[13]
(Jawabnya: hari itu ialah) hari mereka diseksa (dengan dibakar) atas api neraka, -
[14]
(Sambil dikatakan kepada mereka): “Rasalah azab seksa yang disediakan untuk kamu; inilah dia yang dahulu kamu minta disegerakan kedatangannya”.
[15]
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa adalah ditempatkan di dalam beberapa taman Syurga, dengan matair-matair terpancar padanya.
[16]
(Keadaan mereka di sana) sentiasa menerima nikmat dan rahmat yang diberikan kepadanya oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka di dunia dahulu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
[17]
Mereka sentiasa mengambil sedikit sahaja: masa dari waktu malam, untuk mereka tidur.
[18]
Dan pada waktu akhir malam (sebelum fajar) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah (memohon ampun).
[19]
Dan pada harta-harta mereka, (ada pula bahagian yang mereka tentukan menjadi) hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang menahan diri (daripada meminta).
[20]
Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang-orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,
[21]
Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?
[22]
Dan di langit pula terdapat (sebab-sebab) rezeki kamu, dan juga terdapat apa yang telah (ditakdirkan dan) dijanjikan kepada kamu.
[23]
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang tersebut) itu tetap benar, (tidak patut diragu-ragukan) sebagaimana (tidak sepatutnya diragukan) benarnya kamu dapat berkata-kata.
[24]
Sudahkah sampai kepadamu (wahai Muhammad) perihal tetamu Nabi Ibrahim yang dimuliakan?
[25]
Ketika mereka masuk mendapatkannya lalu memberi salam dengan berkata: “Salam sejahtera kepadamu!” Ia menjawab: Salam sejahtera kepada kamu! “(Sambil berkata dalam hati): mereka ini orang-orang yang tidak dikenal.
[26]
Kemudian ia masuk mendapatkan Ahli rumahnya serta dibawanya keluar seekor anak lembu gemuk (yang dipanggang).
[27]
Lalu dihidangkannya kepada mereka sambil berkata: “Silalah makan”.
[28]
(Setelah dilihatnya mereka mereka tidak menjamah makanan itu), maka ia merasa takut dari keadaan mereka. (Melihat kecemasannya), mereka berkata: “Janganlah engkau takut (wahai Ibrahim)”. Lalu mereka memberikan berita gembira kepadanya, bahawa ia akan beroleh seorang anak yang berpengetahuan.
[29]
(Mendengarkan berita yang mengembirakan itu), maka datanglah isterinya sambil menjerit (kehairanan) lalu menepuk mukanya sambil berkata: “Aku sudah tua, lagi mandul, (bagaimana aku boleh mendapat anak)?”
[30]
Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu berfirman, (kami hanya menyampaikan sahaja); Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui”.
[31]
Nabi Ibrahim bertanya: “(Selain dari itu) apa lagi tugas penting kamu wahai utusan Tuhan?”
[32]
Mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami diutus kepada suatu kaum yang berdosa (untuk membinasakan mereka);
[33]
“Supaya Kami menimpakan mereka dengan batu-batu dari tanah (yang dibakar),
[34]
“Batu-batu itu ditandakan di sisi Tuhanmu, untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas (dalam keingkarannya)”.
[35]
(Setelah sampai utusan Kami ke tempat itu), Kami (perintahkan mereka) mengeluarkan orang-orang yang beriman yang tinggal di situ.
[36]
(Sesudah dipereksa) maka (utusan) Kami tidak mendapati di situ melainkan sebuah rumah sahaja yang ada penduduknya dari orang-orang Islam (yang beriman kepada Nabi Lut).
[37]
Dan Kami tinggalkan di negeri itu (timbunan batu-batu yang telah menghujani dan membinasakan mereka), sebagai tanda (yang mendatangkan keinsafan) bagi orang-orang yang sedia takut kepada azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
[38]
Dan juga pada (kisah) Nabi Musa (terdapat dalil-dalil yang memberi keinsafan), - ketika kami mengutusnya kepada Firaun dengan membawa mukjizat yang nyata.
[39]
Maka Firaun berpaling ingkar dengan berdasarkan kekuasaannya sambil berkata: “(Musa itu) adalah seorang ahli sihir, atau seorang gila!”
[40]
Lalu Kami (adakan jalan) mengambil Firaun bersama-sama tenteranya, kemudian Kami humbankan mereka ke dalam laut, sedang ia berkeadaan tercela.
[41]
Dan juga pada (kisah) kaum Aad (terdapat perkara-perkara yang menjadi iktibar), - ketika kami hantarkan kepada mereka angin ribut yang tidak mengandungi sebarang kebaikan; -
[42]
Angin itu tidak meninggalkan sesuatupun yang dirempuhnya, melainkan menjadikannya (hancur) seperti debu.
[43]
Dan juga pada (kisah) kaum Thamud (terdapat perkara-perkara yang menjadi pelajaran) - ketika dikatakan kepada mereka: “Bersenang-senanglah kamu hingga ke suatu waktu (yang termaklum)!”
[44]
Maka mereka membesarkan diri terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir (dengan tidak dapat melarikan diri), sedang mereka melihatnya.
[45]
Dengan yang demikian, mereka tidak dapat bangun lagi, dan mereka juga tidak mendapat pertolongan.
[46]
Dan kaum Nuh (Kami juga telah binasakan) sebelum itu; sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik - derhaka.
[47]
Dan langit itu Kami dirikan dengan kekuasaan Kami (dalam bentuk binaan yang kukuh rapi). Dan sesungguhnya Kami adalah mempunyai kekuasaan yang luas tidak terhingga.
[48]
Dan bumi pula Kami hamparkan (untuk kemudahan kamu mendiaminya); maka Kamilah sebaik-baik yang menghamparkannya.
[49]
Dan tiap-tiap jenis Kami ciptakan berpasangan, supaya kami dan mengingati (kekuasaan kami dan mentauhidkan Kami).
[50]
(Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka): “Maka segeralah kamu kembali kepada Allah (dengan bertaubat dan taat), sesungguhnya aku diutuskan Allah kepada kamu, sebagai pemberi amaran yang nyata.
[51]
“Dan janganlah kamu adakan tuhan yang lain bersama Allah (dalam kepercayaan kamu), sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepada kamu sebagai pemberi amaran yang nyata”.
[52]
Demikianlah (keadaan tiap-tiap kaum terhadap Rasulnya samalah seperti keadaan kaummu wahai Muhammad) - tidak ada seorang Rasul pun yang datang kepada kaum-kaum yang terdahulu dari mereka, melainkan ada yang berkata: “Dia adalah seorang ahli sihir, atau seorang gila”.
[53]
Adakah mereka semua telah berpesan-pesan (dan mencapai kata sepakat) untuk melemparkan tuduhan itu ? (Sudah tentu mereka tidak dapat berbuat demikian), bahkan mereka semuanya adalah kaum yang melampaui batas (dalam keingkarannya).
[54]
Oleh itu, berpalinglah (wahai Muhammad) daripada mereka (yang menentangmu itu dan janganlah dihiraukan), kerana engkau tidak akan disalahkan (setelah engkau memberi amaran kepada mereka).
[55]
Dan tetap tekunlah engkau memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu mendatangkan faedah kepada orang-orang yang beriman.
[56]
Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu.
[57]
Aku tidak sekali-kali menghendaki sebarang rezeki pemberian dari mereka, dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepadaKu.
[58]
Sesungguhnya Allah Dia lah sahaja Yang Memberi rezeki (kepada sekalian makhlukNya, dan Dia lah sahaja) Yang Mempunyai Kekuasaan yang tidak terhingga, lagi Yang Maha Kuat Kukuh kekuasaanNya.
[59]
(Setelah ternyata hakikat yang demikian), maka sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim (yang menentang ajaran Nabi Muhammad) itu ada bahagiannya (dari azab seksa) seperti bahagian rakan-rakan mereka (kaum kafir yang telah lalu). Oleh itu, janganlah mereka meminta kepadaKu menyegerakan kedatangannya.
[60]
Maka kecelakaan dan kebinasaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka.

Tags: ,

52. At-Tur

BismillahirRahmanirRahim
BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani



[1]
Demi Gunung Tursina;
[2]
Dan demi Kitab yang tertulis dengan rapi -
[3]
Pada lembaran surat yang terbuka;
[4]
Dan demi “Al-Baitul Makmur”;
[5]
Dan demi bumbung yang tinggi;
[6]
Dan demi laut yang penuh tepu (dengan kepanasan); -
[7]
Sesungguhnya azab Tuhanmu tetap berlaku; -
[8]
Tidak ada sesiapapun yang dapat menolaknya; -
[9]
Pada hari langit (dan segala isinya) bergegar dengan sekuat-kuatnya.
[10]
Dan gunung-ganang bergerak dari tempatnya dengan cara yang luar biasa.
[11]
(Apabila berlaku yang demikian), maka kecelakaan dan kebinasaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran;
[12]
Iaitu orang-orang yang leka bermain-main dalam kesesatan.
[13]
Pada hari mereka ditolak ke alam neraka Jahannam dengan penolakan yang sekasar-kasarnya,
[14]
(Dan dikatakan kepada mereka): “Inilah api neraka yang dahulu kamu mendustakannya.
[15]
“Maka adakah ini sihir juga (sebagaimana yang kamu katakan terhadap keterangan Rasul Kami dahulu?), atau kamu tidak nampak (kenyataannya sebagaimana kamu tidak nampak di dunia dahulu akan kebenaran Rasul Kami)?
[16]
“Rasalah bakarannya; kemudian sama ada kamu bersabar (menderita azabnya) atau tidak bersabar, sama sahaja (tidak ada faedahnya) kepada kamu, kerana kamu tidak dibalas melainkan dengan apa yang kamu telah kerjakan”.
[17]
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, di tempatkan dalam taman-taman Syurga dan nikmat kesenangan (yang tidak ada taranya).
[18]
Mereka bersenang lenang dengan apa yang dikurniakan oleh Tuhan mereka, dan mereka dipelihara Tuhan dari azab neraka.
[19]
(Dan dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah kamu makanan dan minuman yang lazat serta baik kesudahannya, dengan sebab apa yang kamu telah kerjakan”.
[20]
Mereka duduk berbaring di atas pelamin-pelamin yang berderet; dan Kami jadikan kawan teman mereka bidadari-bidadari yang putih melepak, lagi luas cantik matanya.
[21]
Dan orang-orang yang beriman yang diturut oleh zuriat keturunannya dengan keadaan beriman, Kami hubungkan (himpunkan) zuriat keturunannya itu dengan mereka (di dalam Syurga); dan Kami (dengan itu) tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal-amal mereka; tiap-tiap seorang manusia terikat dengan amal yang dikerjakannya.
[22]
Dan (penduduk Syurga itu) Kami tambahi mereka (dari semasa ke semasa), dengan buah-buahan dan daging dari berbagai jenis yang mereka ingini.
[23]
Mereka di dalam Syurga itu (kerana melahirkan kemesraan antara satu dengan yang lain): berebut-rebut mengambil piala yang berisi arak yang tidak menyebabkan timbul (dari peminumnya) perkara yang sia-sia dan tidak pula menyebabkan (peminumnya menanggung) dosa.
[24]
Dan mereka dilayani oleh anak-anak muda lelaki yang sentiasa beredar di sekitar mereka, (yang cantik parasnya) seolah-olah anak-anak muda itu mutiara yang tersimpan dengan sebaik-baiknya.
[25]
Dan (dengan berada dalam nikmat itu) mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bertanya-tanya.
[26]
Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, semasa berada dalam kalangan keluarga kami - selalu merasa cemas takut (daripada berlaku derhaka kepada Allah),
[27]
“Maka Allah mengurniakan kami (rahmat dan taufiqNya), serta memelihara kami dari azab neraka.
[28]
“Sesungguhnya kami dahulu tetap menyembahNya (dan memohon pertolonganNya). Kerana sesungguhnya Dia lah sahaja yang sentiasa melimpahkan ihsanNya, lagi Yang Maha Mengasihani”.
[29]
Maka hendaklah engkau (wahai Muhammad) tetap tekun memberi peringatan (dengan ajaran-ajaran Al-Quran yang diturunkan kepadamu, dan janganlah dihiraukan golongan yang ingkar), kerana engkau dengan nikmat Tuhanmu (yang dilimpahkanNya kepadamu itu) bukanlah seorang pawang dan bukan pula seorang gila.
[30]
(Mereka menuduh Nabi Muhammad dengan yang bukan-bukan), bahkan mereka mengatakan: “(Muhammad) itu seorang penyair yang kami tunggu-tunggu saat kebinasaannya”.
[31]
Katakanlah (wahai Muhammad): “Tunggulah kamu (akan apa yang kamu tuduh itu), maka sesungguhnya aku juga dari orang-orang yang menunggu bersama-sama kamu (akan apa yang dijanjikan oleh Allah Taala)”.
[32]
Adakah mereka disuruh oleh akal fikiran mereka melemparkan tuduhan-tuduhan yang sedemikian itu, atau sememangnya mereka suatu kaum yang melampaui batas (dalam keingkaran dan kedegilannya)?
[33]
(Bukan sahaja mereka ingkar dan degil) bahkan mereka berkata: “Dia (Muhammad) telah mereka-reka Al-Quran itu”. (Tuduhan mereka yang demikian tidak berasas) bahkan mereka sengaja tidak mahu beriman!
[34]
(Kalau tidak) maka hendaklah mereka membuat dan mendatangkan kata-kata (yang fasih dan indah) seperti Al-Quran itu, jika betul mereka orang-orang yang benar dakwaannya.
[35]
(Mengapa mereka tidak beriman?) Adakah mereka telah tercipta dengan tiada yang menciptanya, atau adakah mereka yang mencipta diri mereka sendiri?
[36]
Adakah mereka yang mencipta langit dan bumi itu? (Sudah tentu tidak!) Bahkan mereka adalah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran apa yang mereka pernah mengakuinya).
[37]
Adakah pada tangan mereka perbendaharaan Tuhanmu (sehingga mereka boleh memberi atau menahan sesuatu nikmat atau pangkat), atau merekalah yang berkuasa mentadbirkan segala-galanya?
[38]
Adakah mereka mempunyai tangga (untuk naik ke langit), yang dengannya mereka dapat mendengar (apa yang diperintahkan dan ditetapkan oleh Allah? Jika ada) maka biarlah orang mereka yang mendengar itu membawa sesuatu bukti yang menyatakan kebenarannya.
[39]
Adilkah (kamu sediakan) bagi Allah - anak-anak perempuan (yang kamu benci), dan untuk kamu - anak-anak lelaki (yang kamu sukai)?
[40]
Pernahkah engkau (wahai Muhammad) meminta sebarang bayaran kepada mereka (mengenai ajaran Islam yang engkau sampaikan), lalu mereka merasa berat menanggung bayaran itu (sehingga menjauhkan diri daripada menyahut seruanmu)?
[41]
Adakah pada sisi mereka (Lauh Mahfuz yang mengandungi) perkara-perkara yang ghaib, lalu mereka menyalin (daripadanya untuk menentang ajaran dan peringatanmu)?
[42]
(Mereka tidak cukup dengan kata-kata dan tuduhan-tuduhan yang buruk sahaja) bahkan mereka hendak melakukan rancangan jahat (terhadapmu wahai Muhammad; tetapi mereka tidak akan berjaya) kerana orang-orang yang kafir itulah yang akan ditimpa balasan rancangan jahatnya.
[43]
(Apabila datangnya balasan rancangan jahat itu maka) adakah bagi mereka Tuhan (yang dapat menyelamatkan mereka) selain dari Allah? Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan itu.
[44]
Dan kiranya mereka melihat sepotong besar dari langit gugur (untuk menimpa mereka), mereka akan berkata: “(Itu adalah) awan yang bertompok - berlapis-lapis!”
[45]
(Kalau keingkaran dan kedegilan mereka sampai begitu sekali) maka biarkanlah mereka (wahai Muhammad, dan janganlah dihiraukan) sehingga mereka menemui hari yang padanya mereka akan binasa -
[46]
(Iaitu) hari segala rancangan jahat dan tipu daya mereka tidak dapat mendatangkan sebarang faedah kepada mereka, dan mereka pula tidak diberikan pertolongan.
[47]
Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan beroleh azab seksa selain dari azab yang tersebut, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).
[48]
Dan (dengan yang demikian) bersabarlah (wahai Muhammad) menerima hukum Tuhanmu (memberi tempoh kepada mereka), kerana sesungguhnya engkau tetap terselamat dalam pemuliharaan serta pengawasan Kami; dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu semasa engkau bangun.
[49]
Dan juga hendaklah engkau bertasbih kepadaNya pada waktu malam, dan ketika bintang-bintang tenggelam (pada waktu subuh).

Tags: ,

53. An-Najm

BismillahirRahmanirRahim
BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani



[1]
Demi bintang semasa ia menjunam, -
[2]
Rakan kamu (Nabi Muhammad yang kamu tuduh dengan berbagai tuduhan itu), tidaklah ia menyeleweng (dari jalan yang benar), dan ia pula tidak sesat (dengan kepercayaan yang salah).
[3]
Dan ia tidak memperkatakan (sesuatu yang berhubung dengan ugama Islam) menurut kemahuan dan pendapatnya sendiri.
[4]
Segala yang diperkatakannya itu (sama ada Al-Quran atau hadis) tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.
[5]
wahyu itu (disampaikan dan) diajarkan kepadanya oleh (malaikat jibril) yang amat kuat gagah, -
[6]
Lagi yang mempunyai kebijaksanaan; kemudian ia memperlihatkan dirinya (kepada Nabi Muhammad) dengan rupanya asal, -
[7]
Sedang ia berada di arah yang tinggi (di langit);
[8]
Kemudian ia mendekatkan dirinya (kepada Nabi Muhammad), lalu ia berjuntai sedikit demi sedikit,
[9]
Sehingga menjadilah jarak (di antaranya dengan Nabi Muhammad) sekadar dua hujung busaran panah, atau lebih dekat lagi;
[10]
Lalu Allah wahyukan kepada hambaNya (Muhammad, dengan perantaraan malaikat Jibril) apa yang telah diwahyukanNya.
[11]
Hati (Nabi Muhammad) tidak mendustakan apa yang dilihatnya.
[12]
Jika demikian, patutkah kamu hendak membantahnya mengenai apa yang telah dilihatnya itu?
[13]
Dan demi sesungguhnya! (Nabi Muhammad) telah melihat (malaikat Jibril, dalam bentuk rupanya yang asal) sekali lagi,
[14]
Di sisi “Sidratul-Muntaha”;
[15]
Yang di sisinya terletak Syurga “Jannatul-Makwa”.
[16]
(Nabi Muhammad melihat jibril dalam bentuk rupanya yang asal pada kali ini ialah) semasa ” Sidratul Muntaha” itu diliputi oleh makhluk-makhluk dari alam-alam ghaib, yang tidak terhingga.
[17]
Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak berkisar daripada menyaksikan dengan tepat (akan pemandangan yang indah di situ yang diizinkan melihatnya), dan tidak pula melampaui batas.
[18]
Demi sesungguhnya, ia telah melihat sebahagian dari sebesar-besar tanda-tanda (yang membuktikan luasnya pemerintahan dan kekuasaan) Tuhannya.
[19]
(Setelah kamu - wahai kaum musyrik Makkah - mendengar keterangan yang membuktikan kekuasaan dan keagungan Allah) maka adakah kamu nampak bahawa “Al-Laat” dan “Al-Uzza” -
[20]
Serta “Manaat” yang ketiga, yang bertaraf rendah lagi hina itu (layak disembah dan dianggap sebagai anak-anak perempuan Allah)?
[21]
Patutkah kamu membahagi untuk diri kamu sendiri anak lelaki (yang kamu sukai), dan untuk Allah anak perempuan (yang kamu benci)?
[22]
Pembahagian yang demikian, sudah tentu suatu pembahagian yang tidak adil.
[23]
Benda-benda yang kamu sembah itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan datuk nenek kamu menamakannya. Allah sekali-kali menurunkan sebarang bukti yang membenarkannya. Mereka yang berbuat demikian, tidak menurut melainkan sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsunya. Padahal demi sesungguhnya telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.
[24]
Adakah manusia tetap akan dapat mencapai segala yang dicita-citakannya? (Tidak!).
[25]
Kerana Allah jualah yang menguasai segala urusan akhirat dan urusan dunia.
[26]
(Golongan yang musyrik mengharapkan pertolongan benda-benda yang mereka sembah itu) padahal berapa banyak malaikat di langit, syafaat mereka tidak dapat mendatangkan sebarang faedah, kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi sesiapa yang dikehendakiNya dan diredhaiNya.
[27]
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat sahajalah, yang tergamak menamakan malaikat itu dengan nama perempuan,
[28]
Sedang mereka tidak mempunyai sebarang pengetahuan mengenainya. Mereka tidak lain hanyalah mengikut sangkaan semata-mata, padahal sesungguhnya sangkaan itu tidak dapat memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran (iktiqad).
[29]
Oleh itu, janganlah engkau (wahai Muhammad) hiraukan orang yang berpaling dari pengajaran Kami, dan tidak mahu melainkan kehidupan dunia semata-mata.
[30]
(Kepentingan dunia) itulah sahaja tujuan terakhir dari pengetahuan yang dicapai oleh mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya, dan Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk.
[31]
Dan Allah jualah yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi; (diciptakan semuanya itu) untuk membalas orang-orang yang berbuat jahat menurut apa yang mereka lakukan, dan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan balasan yang sebaik-baiknya.
[32]
(Iaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar serta perbuatan-perbuatan yang keji, kecuali salah silap yang kecil-kecil (yang mereka terlanjur melakukannya, maka itu dimaafkan). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas keampunanNya. Ia lebih mengetahui akan keadaan kamu semenjak Ia mencipta kamu (berasal) dari tanah, dan semasa kamu berupa anak yang sedang melalui berbagai peringkat kejadian dalam perut ibu kamu; maka janganlah kamu memuji-muji diri kamu (bahawa kamu suci bersih dari dosa). Dia lah sahaja yang lebih mengetahui akan orang-orang yang bertaqwa.
[33]
Adakah engkau mengetahui (keburukan) orang yang berpaling (dari menurut kebenaran kerana ia dihasut)?
[34]
Dan setelah ia memberi sedikit pemberiannya, ia memutuskannya (kerana menurut hawa nafsunya)?
[35]
Adakah ia mempunyai pengetahuan mengenai perkara yang ghaib sehingga ia dapat mengetahui (bahawa orang lain boleh menghalang gantinya dari apa yang akan menimpanya pada hari akhirat)?
[36]
Atau belumkah ia diberitahu akan apa yang terkandung dalam Kitab-kitab Nabi Musa -
[37]
Dan juga (dalam Kitab-kitab) Nabi Ibrahim yang memenuhi dengan sempurnanya (segala yang diperintahkan kepadanya)?
[38]
(Dalam Kitab-kitab itu ditegaskan): Bahawa sesungguhnya seseorang yang boleh memikul tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain (bahkan dosa usahanya sahaja);
[39]
Dan bahawa sesungguhnya tidak ada (balasan) bagi seseorang melainkan (balasan) apa yang diusahakannya;
[40]
Dan bahawa sesungguhnya usahanya itu akan diperlihatkan (kepadanya, pada hari kiamat kelak);
[41]
Kemudian usahanya itu akan dibalas dengan balasan yang amat sempurna;
[42]
Dan bahawa sesungguhnya kepada hukum Tuhanmu lah kesudahan (segala perkara);
[43]
Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah yang menyebabkan (seseorang itu bergembira) tertawa, dan menyebabkan (seseorang itu berdukacita) menangis;
[44]
Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah yang mematikan dan menghidupkan;
[45]
Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah yang menciptakan pasangan - lelaki dan perempuan, -
[46]
Dari (setitis) air mani ketika dipancarkan (ke dalam rahim);
[47]
Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah yang tetap menghidupkan semula (makhluk-makhluk yang mati);
[48]
Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah yang memberikan (sesiapa yang dikehendakiNya) apa yang diperlukannya dan memberikannya tambahan yang boleh disimpan;
[49]
Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah Tuhan (Pencipta) “Bintang Syikra;
[50]
Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah yang membinasakan kaum “Aad” yang pertama (kaum Nabi Hud), -
[51]
Dan kaum “Thamud” (kaum Nabi Soleh). Maka tidak ada seorangpun (dari kedua-dua kaum itu) yang dibiarkan hidup.
[52]
Dan kaum Nabi Nuh sebelum itu (telah juga dibinasakan). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sangat zalim dan sangat melampaui batas.
[53]
Dan bandar-bandar yang ditunggang balikkan itu, Dia lah yang (mengangkatnya ke angkasa dan) menghempaskannya ke bumi;
[54]
Lalu (penduduk) bandar-bandar itu diliputi azab seksa yang meliputinya.
[55]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhanmu (yang tidak terhingga itu) engkau ragu-ragukan (wahai manusia)?
[56]
(Al-Quran) ini adalah pemberi amaran di antara jenis-jenis amaran yang telah lalu!
[57]
Telah hampir masa datangnya saat yang dekat itu (hari kiamat);
[58]
Tidak ada sesiapapun selain Allah yang dapat menahan atau menghapuskan huru-hara “hari kiamat” itu.
[59]
Maka patutkah kamu merasa hairan terhadap keterangan-keterangan Al-Quran ini (sehingga kamu mengingkarinya)?
[60]
Serta kamu tertawa (mengejek-ejeknya), dan kamu tidak mahu menangis (menyesali kesalahan kamu serta takutkan balasan buruk yang akan menimpa kamu)?
[61]
Sedang kamu adalah orang-orang yang sombong angkuh, lagi yang melalaikan kewajipan?
[62]
Oleh yang demikian, hendaklah kamu sujud kepada Allah (yang telah menurunkan Al-Quran itu), dan beribadatlah kamu kepadaNya (dengan sepenuh-penuh tauhid).

Tags: ,